BWI Lambar Gelar Pengukuhan Kepengurusan

6

Headlinelampung.com, Lambar – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Lampung Barat (Lambar), yang dalam hal ini diwakili Drs. H. Adnan Nawawi pengurus BWI Provinsi Lampung melakukan pengukuhan pengurus BWI Lambar, Rabu (06/11).

Kegiatan pengukuhan sekaligus sosialisasi dan launching wakaf tunai tersebut dilaksanakan di Aula Kemenag Lambar dan dihadiri langsung oleh wakil Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin.

Dalam pengukuhan tersebut, Adnan mengatakan wakaf-wakaf yang ada di Kabupaten Lampung barat dapat disertifikasi seluruhnya.

“Harapan saya wakaf-wakaf yang ada di Kabupaten Lampung barat agar bisa disertifikasi seluruhnya,” ungkapnya

Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Lambar Mohammad Suhanda juga mengatakan, dengan adanya kepengurusan BWI Lambar, diharapkan menjadi mitra koordinasi dalam menangani wakaf di Kabupaten Lampung Barat agar tidak ada permasalahan dan masalah wakaf sesuai dengan keinginan.

BACA JUGA:  Geger !!! Dua Hewan Ternak Di Atar Kuwau Dimangsa Harimau

“Harapannya pengurus BWI bisa menjadi mitra koordinasi dalam menangani wakaf agar pengurus tidak hanya sebagai simbol saja, tetapi dapat mencapai target-target dalam pekerjaan,” harapnya

Dalam hal ini Wakil Bupati Lambar mengatakan agar memetakan potensi wakaf untuk dikelola dan dibuatkan terobosan kebijakan.

“Untuk memajukan wakaf ada hal yang perlu diketahui, antara lain yang pertama memetakan potensi wakaf dan menyelamatkannya, dimana letak tanah wakaf yang bisa produktif,” ujarnya

“Yang kedua adalah mengelola wakaf yang sudah ada dan mencari terobosan baru dalam bentuk harta wakaf, namun tidak hanya bentuk tanah tetapi juga uang,” imbuhnya

BACA JUGA:  Diguyur Hujan Sejak Pagi Hari, Satu Pohon Tumbang di Lampung Barat

Mad Hasnurin menambahkan, aset wakaf yang ada di Lambar ini dapat dikembangkan secara produktif sehingga mampu menggali dan memanfaatkan potensi yang tersebar.

“Kita harus melakukan sinergi terkait lainnya, sehingga menghasilkan hal yang positif, karena wakaf merupakan aset allah, pelepasan dari hak milik seseorang untuk di hak kan kepada allah untuk kemaslahatan agama dan umat manusia,” tambahnya

“Untuk itu kedepan kita harus berhati-hati untuk menjaga aset tersebut agar optimal dalam pengelolaan,” pungkasnya. (Hendri)