Akses Jalan Antarkabupaten Putus, Kadis BMBK Lampung: Kita Cek Dahulu

22
Foto: Istimewa

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Meluapnya aliran sungai Way Kiri sejak Rabu (19/2/2020) pagi, mengakibatjab akses jalan provinsi penghubung Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Barat dan Desa Tegal Mukti, Kecamatan Negeri Besar, Way Kanan, putus.

Dari pantauan Headlinelampung, akses jalan tersebut terputus akibat terendam banjir antara 10 hingga 20 centimeter (Cm).

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, mengatakan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk ditindaklanjuti.

“Ya, kita cek dahulu,” kata dia, saat dikonfirmasi Headlinelampung, Rabu (19/2/2020).

Sebelumnya, Masyarakat Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah mengeluhkan kondisi tersebut.

BACA JUGA:  Disperindag Lampung Gelar Operasi Pasar Bersubsidi di Tulang Bawang

Mereka berharap Pemprov Lampung memprioritaskan pembangunan infrastruktur di ruas jalan tersebut, dengan dibuatkan saluran air yang besar atau jembatan bok.

Juga dilakukan penimbunan sebagai upaya peninggian badan jalan di ruas pada titik langganan banjir.

“Hingga saat ini, solusi penanggulangan banjir yang menjadi langganan tetap setiap tahun di tempat tersebut, belum bisa dituntaskan pemprov di 2019,” ujar warga setempat, Reki.

Dari tahun ke tahun, lanjut dia, proyek bernilai miliaran rupiah yang dibangun di ruas jalan penghubung Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, menuju Desa Tegal Mukti Kecamatan Negeri Besar, belum memberikan solusi penanggulangan banjir.

BACA JUGA:  Wagub Nunik Apresiasi Elemen Masyarakat Atas Dukungan dan Partisipasinya dalam Penyelenggaraan Pemerintahan

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tubaba, Baharuddin mengatakan, pada Februari 2019, Pemerintah Daerah Tubaba telah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Lampung untuk dilakukan penimbunan.

Tetapi pembangunan yang diberikan berupa rigid beton sepanjang 500 meter belum menyentuh titik banjir di ruas jalan dimaksud.

“Tahun 2019 sudah diusulkan ke Pemerintah Provinsi Lampung. Alhamdulillah rigid beton bisa terbangun, meski belum sampai pada titik banjir. Tahun ini sudah kita usulkan kembali agar segera dilakukan perbaikan,” ujar Baharuddin. (indra/ayu)