Perampok Berpistol Satroni Pedagang di Lamsel, Uang Rp 20 Juta-Emas 25 Gram Raib

29
Lubang ventilasi tempat masuknya para perampok. (Foto: Heri/HL)

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG SELATAN – Komplotan perampok bersenjata api (senpi) beraksi di rumah pedagang tempe, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan (Lamsel), Minggu (23/2/2020) dini hari.

Akibatnya, Slamet (60) dan istrinya, Basiyah (58) warga RT 02, Dusun Purwodadi, Desa Sidomulyo, menderita kerugian uang tunai Rp 20 juta, emas 25 gram dan surat-surat penting.

Peristiwa perampokan itu bermula pada pukul 03.50 WIB, saat Basiyah sedang mempersiapkan tempe dagangannya di dapur untuk dijual ke pasar. Sedangkan Slamet masih tidur di ruangan samping dapur.

Tiba-tiba, tiga perampok masuk ke dapur melalui lubang ventilasi di samping tembok dapur. Dua perampok lalu menyekap dan mengikat Basiyah dengan tali rapia dan satu lainnya masuk ke tempat Slamet yang tidur di lantai.

BACA JUGA:  Polisi Identifikasi Dua Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Tulang Bawang

Pelaku membekap Slamet dan mengikatnya dengan tali rapia, lalu membentur-benturkan kepala korban ke lantai, hingga wajahnya luka dan berdarah.

Setelah itu masuk ke salah satu kamar dan membongkar lemari pakaian, lalu mengambil tas.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, tas tersebut berisi uang tunai Rp 20 juta, emas 25 gram dan surat-surat seperti KTP, SIM, KK, BPKB, dan ATM.

“Ya, tas yang diambil perampok itu berisi uang tunai, emas sama surat-surat penting,” ujar keluarga korban yang enggan namanya ditulis.

Pada saat kejadian, tetangga korban, Sumijo, mendengar suara teriakan. Lalu dia mengajak warga mendatangi rumah korban.

Mengetahui di luar rumah sudah banyak warga, seorang perampok mengancam agar jangan mendekat. Untuk menakut-nakuti, pelaku menembakkan peluru ke udara.

BACA JUGA:  Satpam Kantor BPN Lampung Diduga Intimidasi Wartawan

Mendengar suara tembakan, warga mundur. Setelah itu para perampok kabur melalui pintu belakang.

“Perampok buang tembakan, kami jadi takut, dan kami sempat mundur,” ungkap Sumijo.

Setelah perampok kabur, warga masuk ke rumah korban dan melepaskan tali yang mengikat tangan Slamet dan Basiah.

Setelah itu, keduanya dibawa ke Klinik dokter Hendra di Candipuro, untuk menjalani perawatan.

Kapolsek Sidomulyo, Iptu Edi Iskandar, membenarkan peristiwa itu.

“Setelah mendapatkan laporan, kami mendatangi dan melakukan olah TKP, serta meminta keterangan saksi. Tekab 308 Polres Lamsel juga turut membantu melakukan olah TKP. Semoga kasus ini cepat terungkap,” harapnya. (heri)