Wilda Indiani, Balita Penderita Hidrosefalus di Tubaba Butuh Uluran Tangan Dermawan

43

HEADLINELAMPUNG,TUBABA – Balita berusia tiga tahun, Wilda Indiani, warga Tiyuh Tirta Kencana, RK03/RT10 Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat, penderita Hidrocefalus atau penumpukkan cairan di rongga otak sejak lahir, membutuhkan uluran tangan para dermawan.

Balita kembar anak kedua pasangan Bambang Susilo (44) dan Sri Wahyuni (33) ini sejak seminggu lahir mengalami operasi di bagian kepala dan tulang punggung akibat penyakit tersebut, di RSUD Abdul Muluk Bandar Lampung. Namun hingga kini penyakit tersebut belum juga pulih dan sembuh.

Orang tua Wilda Bambang Susilo mengatakan, hingga saat ini kepala anaknya masih mengalami Hidrosefalus dengan pembesaran pada kepala bagian belakang.

Akibat penyakit yang diderita anak tersebut, Wilda tiap bulan mengalami sakit panas tinggi sehingga harus dirawat rumah sakit hingga berhari hari.

“Wilda sudah berumur hampir 3,5 tahun, namun kesehariannya hanya bisa terbaring di kasur lantaran belum bisa berjalan. Sementara adik kembarnya normal dan tumbuh dengan baik. Memang dia sudah kami bawa operasi kepala dan tulang punggungnya (mokel) tetapi belum juga sembuh,” keluh Bambang yang keseharian sebagai buruh sadap karet, saat ditemui wartawan di kediamannya, Senin (24/2/2020).

BACA JUGA:  Tim LAKH PWI Lampung Sambangi Polres Pesawaran, Terkait Perkembangan Dugaan Penganiayaan Wartawan

Menurutnya, anak keduanya tersebut hingga saat ini masih sakit-sakitan, kepalanya masih besar walaupun menurut dokter fisiknya tidak berubah. Ketika sakit keras, Wilda harus dibawa ke rumah sakit dan dirawat hingga berhari-hari terutama sering mengalami panas tinggi, serta kejang-kejang.

“Setiap ke rumah sakit untuk kontrol tiap bulannya kami bawa pakai motor sementara kondisi tubuhnya tidak kuat kadang langsung masuk angin. Kami selama ini dalam mengobatinya mengandalkan BPJS mandiri. Kami sudah mencoba mengurus agar bisa mendapatkan BPJS dari pemerintah daerah sejak 2019, namun hingga saat ini belum juga keluar,” keluhnya.

Dia menambahkan, pada bulan lalu keluarganya berusaha membawa Wilda ke RSUD Menggala untuk melakukan Scanning menyeluruh kepala Wilda, dan fisiotrapi lantaran hingga berumur 3 tahun belum bisa jalan.

“Sebenernya untuk mengobati Wilda kami sudah tidak mampu, tapi harus bagaimana namanya anak walaupun kami juga sering mendapat bantuan dari keluarga besar. Keseharian kami hanya sebagai buruh sadap yang hanya cukup untuk menghidupi keluarga dengan tiga anak,” cerita Bambang Susilo.

BACA JUGA:  Sosialisasi Pergub 61/2020 di Lampung Barat, Disdikbud Provinsi: Sekolah Bisa Tarik Sumbangan, tapi Siswa Miskin Gratis

Dirinya berharap ada perhatian khusus dari pemerintah daerah baik pelayanan kesehatan melalui BPJS maupun kendaraan ambulan jika Wilda mengalami sakit keras yang harus ditangani oleh dokter di rumah sakit.

“Untuk terus merawat Wilda, kami butuh perhatian pemerintah dan lainnya, karena tiap bulan anak saya perlu dirawat bahkan kalau sudah sakit harus dirawat hingga berhari-hari sementara kalau anak saya sudah sakit saya tidak bisa mencari nafkah karena harus menemaninya, kalau sudah sakit saya angkat tangan,” pintanya.

Sementara Kepalo Tiyuh Tirta Kencana, Samidi membenarkan terkait warganya yang mengalami penyakit hidrosefalus tersebut, dirinya mengatakan saat ini tengah mengupayakan agar keluarga Wilda bisa mendapatkan BPJS yang dijamin oleh pemerintah daerah Kabupaten Tubaba.

“Kami sedang upaya agar BPJSnya tidak mandiri lagi, sebab kasihan setiap bulan harus mengurus anak tersebut kontrol dirumah sakit sementara dia juga tiap bulan harus membayar iuran BPJSnya,” singkatnya. (rilis/dra)