Harga Gula Putih di Bandar Lampung Meroket, TPID Gelar Operasi Pasar

15

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Tim pengendalian inflasi daerah (TPID) Kota Bandarlampung dan Badan Urusan Logistik (Bulog) menggelar operasi pasar akibat meroketnya harga gula putih.

Sebab, selain harga gula putih yang meroket, stok barang pun tidak ada.

Operasi pasat tersebut di gelar di Lingkungan Kantor Pemkot Bandar Lampung, Kamis (12/3/2020).

Dari pantauan Headlinelampung, masyarakat berbondong-bondong untuk membeli sembako, terutama gula.

“Ya, kita sedang menggelar operasi pasar, karena kondisi di pasar harga gula sedang naik dan juga stoknya tidak ada. Makanya, Walikota Bandar Lampung Herman HN memerintahkan TPID kota melakukan operasi pasar,” ujar Kepala Bagian perekonomian Kota Bandarlampung, Mayda Sari.

BACA JUGA:  Fahrizal: PTM Sesuai Inmendagri No: 37/ 2021

Dijelaskan, tujuan operasi pasar ini untuk membantu masyarakat, supaya mendapatkan gula dengan harga yang terjangkau.

TPID tidak hanya menyediakan gula saja, tapi juga ada bahan pokok seperti beras, minyak dan tepung yang harganya di bawah harga pasar tradisional.

“Insya Allah beberapa hari ini kita akan terus melakukan operasi pasar di jam kerja,” ungkap Mayda.

Untuk lokasi operasi pasar, pihaknya akan menggelar di pasar-pasar tradisional dan pemukiman penduduk yang membutuhkan.

Namun, masyarakat dibatasi untuk pembelian bahan pokok murah ini.

“Tdak bisa memborong, yang beli kita kasih jatah dua kilogram untuk satu orang biar adil, agar semua mendapatkan harga yang murah,” terang Mayda.

BACA JUGA:  Riana Sari Arinal Tutup Latsar Pertolongan Pertama PMI Lampung

Untuk harga gula putih dijual Rp 12 ribu per kilogram, minyak goreng Rp 15.500 per liter, dan beras premium Rp 100 ribu per 10 kilogram.

Pihaknya juga menyediakan pembelian dalam bentuk paket.

“Kalau untuk yang paket lebih murah daripada beli satuan,” ungkap Mayda.

Disinggung soal stok gula yang ada di Dinas Perdagangan, menurutnya tidak ada.

“TPID sifatnya koordinasi lintas sektor. Artinya ada integritasnya dengan dinas terkait,” kata Mayda. (Sandi)