Diskes Lampung Barat Dirikan Posko dan Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona

2

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT – Terkait surat edaran yang diterbitkan Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung adanya Orang Dalam Pengawasan (ODP) virus corona (Covid-19), Diskes Lampung Barat (Lambar) mendirikan posko dan media center gugus tugas percepatan penanganan virus Corona, di aula dinas kesehatan setempat.

Kendatipun 1.823 orang dalam Press Release tersebut tidak satupun yang berasal dari Kabupaten Lambar, pemerintah daerah setempat melalui dinas kesehatan tetap melakukan sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat melalui petugas kesehatan yang tersebar di seluruh kecamatan maupun Pekon (Desa) sebagai bentuk kewaspadaan.

“Diimbau kepada masyarakat agar menghindari keramaian yang tidak perlu, jaga kesehatan lingkungan serta juga diri sendiri, jika ada tanda-tanda sakit langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Lambar, Paijo, Rabu (18/3/2020)

Ditanya terkait sumber dana yang dialokasikan untuk pencegahan wabah virus corona mengaku masih menggunakan dana Surveilans.

“Untuk sementara kita masih menggunakan dana Surveilans yang memang dianggarkan dalam setiap tahun untuk penanganan berbagai macam penyakit bukan hanya corona saja, angka nya hanya 34 juta. Tapi kalau tidak cukup untuk menangani wabah virus corona ini nanti kita mengajukan dana tak terduga,” jelas Paijo.

BACA JUGA:  Pekon Bumi Waras Kecamatan Way Krui Bagikan Masker Antisipasi Covid-19

“Anggarannya memang tidak disediakan secara maksimal, karena tidak bisa diprediksi. Karena untuk pencegahan ini kemungkinan tidak cukup, tapi mudah-mudahan kondisi kita tetap seperti ini, artinya tidak ada yang terpantau karena suspek,” sambung Paijo.

Yang paling penting tambah Paijo, masyarakat harus menjaga kesehatan dengan banyak makan sayur, buah, istirahat yang cukup dan rutin berolahraga, sehingga apa yang dikhawatirkan tidak terjadi, terutama selama dua minggu kedepan karena dipantau oleh petugas Puskesmas.

“Dipantau bukan karena sakit, artinya untuk pencegahan. RS sudah siap, jika ada yang suspek sudah disediakan ruangan khusus, yang jelas pada prinsipnya kami siap. Perlu saya sampaikan juga, kita setiap jam 15.00 WIB sore pada jam kerja melakukan press release terkait perkembangannya,” kata dia

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lambar, Akmal Abdul Nasir (Aan) mengatakan, untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya yang berada di lingkup Pemerintah Kabupaten Lambar jangan sampai himbauan dari pemerintah mempengaruhi kinerja dalam melayani masyarakat.

BACA JUGA:  237 Pejabat Eselon II, III dan IV Di Rolling, Berikut Daftar Lengkapnya

“Waspada boleh, silahkan mau pakai masker, sarung tangan atau sebagainya dalam bekerja, tapi jangan sampai mengganggu atau mengurangi semua bentuk pelayanan terhadap masyarakat,”ungkapnya

Menurut Aan waspada bukan berarti untuk takut yang berlebihan, waspada dengan cara hidup sehat dan bersih, mulai mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran, minum air putih dan perbanyak olahraga.

Aan juga mengatakan, untuk meliburkan ASN di Lambar dirinya merasa belum perlu, mengingat angka orang dalam pengawasan di Lambar masih nol, sebagai bentuk antisipasi kata dia di setiap instansi pemerintah sudah disediakan hand sanitizer atau sabun untuk mencuci tangan.

“Hanya saja untuk ASN diimbau untuk menghindari interaksi yang tidak perlu dan bepergian keluar daerah, apabila ada ASN yang merasakan keluhan sakit pilek, demam maupun sesak napas agar segera memeriksakan diri di pusat-pusat kesehatan atau hubungi call center 112, bisa juga mendatangi posko yang telah disediakan di Dinas Kesehatan, dan ini juga berlaku untuk semua lapisan masyarakat Lambar,” pungkasnya. (Hendri)