Sidang Perdana Pencurian Bibit Karet PT HIM Diprotes Tersangka

24

HEADLINELAMPUNG, TULANG BAWANG-Pengadilan Negeri (PN) Menggala, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), menggelar sidang perdana kasus pencurian bibit karet milik PT Huma Indah Mekar (HIM).

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ismail Hamid. Sementara, dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendra, Kamis (26/3/2020).

Hartono alias Chandra Hartono (39) warga Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tuba ditangkap karena diduga terlibat dengan aksi pencurian bibit karet di areal PT HIM Divisi V, Blok E 18/R 92504, Tiyuh Penumangan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan tersebut, menghadirkan terdakwa Hartono alias Chandra Hartono.

Usai sidang, terdakwa sempat meluapkan emosinya begitu keluar ruangan. Karena, merasa semua dakwaan yang dibacakan oleh JPU tidak benar.

BACA JUGA:  Tekab 308 Polres Tulang Bawang Bekuk Buronan Curat

“Rangkaian dakwaan tersebut tidak benar, saya akan mengajukan eksepsi,” kata Chandra usai keluar ruang persidangan.

Dijelaskan dia, jika dirinya dihadirkan di pengadilan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan KUHPidana.

“Seharusnya tiga hari sebelumnya saya sudah diberitahu oleh JPU, tapi hari ini saya tidak diberitahukan,” ungkapnya.

“Betul, betul, betul!,” teriak keluarga terdakwa. “Saya dihadirkan disini secara mendadak. Saya disangka mencuri, yang mencurinya dimana!,” teriak chandra.

Situasi semakin memanas saat JPU meninggalkan ruangan, kemudian diteriaki oleh belasan keluarga terdakwa yang ada di depan ruangan sidang.

Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, terdakwa lalu dibawa oleh anggota kepolisian menuju mobil tahanan yang kemudian dibawa ke Polres Tuba.

BACA JUGA:  Wakapolda Lampung Tinjau Res Area 172 B Lamteng

Masih ditempat yang sama Penasihat hukum (PH) dari terdakwa Chandra Hartono mengatakan, menolak semua dakwaan jaksa.

“Jadi pada sidang selanjutnya, kami akan ajukan jawaban dan sekaligus esepsi,” ujarnya.

Dikatakan dia, pihaknya akan batalkan semua dugaan tersebut dan akan buktikan secara formal.

“Ini proses hukum saudara Chandra, Hartono diduga sangat tidak sesuai dengan ketentuan KUHP. Jadi dalam perkara ini, diduga penuh dengan rekayasa dan kesewenang-wenangan,” tegasnya.

Ditambahkan kuasa hukum tersangka, berharap majelis hakim bisa bertindak objektif berdasarkan hukum dan keadilan sehingga kebenaran dan keadilan bisa terwujud. (nando)