Sekdes: PDP Meninggal Positif Covid-19 di Bengkulu Warga Jati Agung Lampung Selatan

29

HEADLINE LAMPUNG, LAMPUNG SELATAN – Seorang warga Lampung Selatan (Lamsel) yang positif terinfeksi Coronavirus Disease (Covid-19) atau virus Corona, meninggal dunia di RSUD M. Yunus, Provinsi Bengkulu, Selasa (31/3/2020) sekira pukul 07.30 WIB.

NH (51) merupakan warga Desa Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan (Lamsel).

Hal itu dibenarkan Sekretaris Desa (Sekdes) Jatimulyo, Sutris. Diungkapkannya, NH merupakan buruh yang biasa menjadi sopir. Sedangkan istrinya En (50) pengajar di SDN daerah setempat.

“Bapak NH ini memang punya kelompok semacam jahula. Bepergian dengan jamaah tablig berkelompok. Biasanya ada rekan tetangga di Jatimulyo, namun saat jamaah ini ke Bengkulu, tetangga tersebut kebetulan tidak ikut serta,” kata Sutris.

Namun dia tidak bisa memastikan anggota jamaah berasal dari daerah mana saja. Yang pasti, di Sesa Jatimulyo ada dua orang anggota jamaah, termasuk NH dan tetangganya yang tidak ikut.

BACA JUGA:  Tekab 308 Presisi Polsek Seputih Surabaya, Tangkap 2 Pecuri Motor dan Satu Ekor Burung Kacer

“Kalau kapan waktu keberangkatan saya kurang tahu persis. Mungkin sekitar awal Maret. Untuk bertanya-tanya lebih lanjut dengan istri almarhum saya agak segan, karena masih suasana duka,” jelas Sutris.

Saat dia menyambangi rumah duka, pihak keluarga sudah tahu sebab meninggalnya NH. Pihak keluarga juga paham jika jenazah tidak dikirim ke Lampung, namun dikebumikan di Bengkulu.

“Tadi istri almarhum sempat bercerita, jika pada saat NH mau ke berangkat ke Bengkulu sempat menyiratkan akan terjadi sesuatu. Saat pamit dengan istrinya, NH sempat bilang, jika terjadi sesuatu dengan dirinya agar jangan ditangisi, minta diikhlaskan,” ungkap Sutris.

Sebelumnya, dalam keterangan pers, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengungkapkan pasien dalam pemantauan (PDP) ini merupakan kasus pertama positif Covid-19 di Provinsi Bengkulu.

BACA JUGA:  Kabag Ops Polres Pringsewu Cek Logistik Pemilu, Ini Tujuannya

Pria ini merupakan anggota jamaah tablig yang sudah cukup lama di Bengkulu. Bahkan sudah berinteraksi dengan jamaah di Mesjid Agung At Taqwa, Kota Bengkulu.

NH sebelumnya sempat dirawat beberapa hari di RSHD Kota Bengkulu dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) hingga pada Selasa 24 Maret 2020 dirujuk ke RS M.Yunus.

“Sebelumnya berstatus PDP dirawat di RS kota, lalu dirujuk ke RSMY. Hasil lab pasien ini tadi malam yang kita terima, dinyatakan positif,” kata gubernur, dilansir Bengkulutoday.

Dari informasi yang dihimpun, jamaah tersebut datang ke Bengkulu dari Lampung menggunakan Bus Putra Raflesia pada 5 Maret 2020. Selama dua pekan mereka tinggal di Masjid Agung At Taqwa, Kota Bengkulu. (ricky)