Terdampak Wabah Corona, 37 Perusahaan di Bandar Lampung Rumahkan dan PHK Pekerja, Ini Daftar Lengkapnya

80

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUND — Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) atau virus Corona tidak hanya mengancam kesehatan, namun juga sektor perekonomian.

Sejak diberlakukannya work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, banyak perusahaan di Bandar Lampung yang merumahkan pekerjanya. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Bandar Lampung, Wan Abdurrahman mengungkapkan, di ibukota Provinsi Lampung itu sejak 3 April hingga 15 April 2020, ada 1.525 pekerja dari 37 perusahan yang dirumahkan.

“Sebelumnya, data pada 6 April 2020, sebanyak 28 perusahaan yang merumahkan pekerjanya. Lalu pada pada 13 April 2020, Disnaker Kota Bandar Lampung mencatat 1.427 pekerja dari 33 perusahaan yang merumahkan pekerjanya,” ujar dia, Rabu (15/4/2020).

Namun demikian, lanjut Wan, hingga saat ini belum ada komplain dari para pekerja yang dirumahkan.

“Itu karena perusahaan telah menjamin para pekerja dengan penghasilan tetap. Bahkan ada yang diberikan tambahan insentif sebelum dirumahkan,” katanya.

Menurut Wan, hal itu karena para pekerja memaklumi kondisi saat ini sedang merebak wabah penyakit mematikan Covid-19.

“Jika kondisi telah membaik, para pekerja itu dipanggil kembali oleh pihak perusahaan. Hanya dirumahkan sementara. Bukan di PHK atau pemutusan hubungan kerja,” ujar Wan.

BACA JUGA:  AJI Bandar Lampung Imbau Pemerintah Transparan soal Corona

Menyikapi banyaknya pekerja yang dirumahkan, Disnaker Kota Bandar Lampung melaksanakan program pemerintah pusat yakni kartu pra kerja.

“Harus sukses. Terlebih lagi saat ini banyak pekerja yang dirumahkan karena terdampak Covid-19,” kata Wan.

Dia mengimbau kepada para pekerja yang berstatus dirumahkan, serta pencari kerja, agar segera mendaftarkan diri melalui situs online kartu prakerja di prakerja.go.id

“Kami juga telah memasang banner mengenai alur pendaftaran kartu tersebut tepat di depan kantor disnaker setempat, agar masyarakat memahami tata cara pendaftaran kartu pra kerja,” terang Wan. (Sandi)

Berikut daftar perusahaan yang merumahkan pekerja:

1. Akparsan , 5 pekerja
2. Hotel Golden Tulip 42 pekerja
3. Hotel Grand City Hub 22 pekerja
4. Hotel Andalas Permai 10 pekerja
5. Hotel Batiqa 17 pekerja
6. Hotel Bukit Randu 130 pekerja
7. Hotel De Green 5 pekerja
8. Hotel Dwipas Wisata 20 pekerja
9. Hotel Emersia 94 pekerja
10. Hotel Grand Anugerah 52 pekerja
11. Hotel Grand Praba 18 pekerja
12. Hotel Horison 98 pekerja
13. Hotel Krida Wisata 6 pekerja
14. Hotel Kurnia 2 39 pekerja
15. Hotel Kurnia Perdana 25 pekerja
16. Hotel Marcopolo 28 pekerja
17. Hotel Pelangi 43 pekerja
18. Hotel Sahid 43 pekerja
19. Hotel Sheraton in Lampung 103 pekerja
20. Hotel Sparks Lite 10 pekerja
21. Hotel Swissbell 145 pekerja
22. Hotel Whiz Prime 17 pekerja
23. Hotel Yuna 46 pekerja
24. Restoran Begadang 2 38 pekerja
25. Transmart Lampung 16 pekerja
26. PT Emporeglass Design 68 pekerja
27. PT. Eka Sari Lorena Transportasi 6 pekerja
28. Trans Studio Mini Lampung 33 pekerja
29. PT Sinar Lampung Permai (Novotel Lampung)
169 pekerja
30. CV Maju Akmal Jaya Mandiri (Yusi Akmal) 47 pekerja
31. Mall Kartini XXI 13 pekerja
31. Mall Bumi Kedaton XXI 11 pekerja
32. Cinema Ciplaz Lampung XXI 11 pekerja
33. Cinema 21 Lampung 11 pekerja

BACA JUGA:  Batalyon A Pelopor Laksanakan Program Ketahanan Pangan bagi Personil dan Masyarakat

Perusahaaan yang PHK pekerja:

1. PT Trueleen Indonesia Persada, PHK dua pekerja
2. PT Surya Mustika Lampung, PHK dua pekerja
3. PT Elabram Sistem, PHK 36 pekerja