Tulang Bawang Jadi Daerah Terdepan Salurkan BLT Dana Desa

239

HEADLINELAMPUNG, TULANG BAWANG-Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), menjadi daerah yang terdepan dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Provinsi Lampung, Jumat (29/05/2020).

Sebelumnya, Bupati Tuba, Hj. Winarti juga telah menginstruksikan jajarannya segera mencairkan BLT Dana Desa sebelum Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Instruksi Bupati Tuba itu, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi agar sebelum 24 Mei 2020, dana BLT harus selesai disalurkan.

Sebelumnya, launching penyaluran BLT Dana Desa dilakukan Bupati Tuba Winarti pada 19 Mei 2020 lalu di Kampung Dwi Warga Tinggaljaya Kecamatan Banjaragung dan Kampung Aji Permai Kecamatan Gedungaji.

BACA JUGA:  Kodim dan BPBD Tuba Semprot Disinfektan Sekolah dan Terminal Bus

Untuk Kabupaten Tuba berdasarkan Permendagri No: 3/2020 dan Permendes No: 6/2020 telah menindaklanjutinya untuk melaksanakan penyaluran BLT Dana Desa kepada 147 Kampung dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 14.243 KK dan total dana yang dikucurkan sebesar Rp8.466.000.000.

Pada acara penyaluran tersebut dihadiri oleh Sekdakab Tuba, Anthoni para Asisten dan Kepala OPD, Kapolsek Banjaragung, Danramil Menggala serta pimpinan Bank Mandiri.

Bupati Winarti memberikan apresiasi kepada kerja Kepala Kampung yang penuh dedikasi tinggi, dan penuh semangat gotong-royong sehingga diharapkan dana BLT tersebut, tidak tumpang tindih dengan bantuan lainnya dan dimanfaatkan dengan sebaik baiknya dan dibelanjakan di Kampung sendiri.

BACA JUGA:  Bupati Lampung Barat Berduka, Sang Bunda Tutup Usia

Kemudian, Jumat (22/05/2020) capaian Kabupaten Tuba sudah menyalurkan sampai 100 persen dengan rincian 147 Kampung dan total dana sebesar Rp8.466.000.000 yang berjalan lancar dan aman sebagaimana arahan Bupati Winarti agar tepat sasaran kepada keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Keberhasilan BLT Dana Desa dapat disalurkan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1441 H, menjadi Kabupaten Tuba yang pertama menyalurkan 100 persen di Provinsi Lampung.

Pada masa pandemi Covid-19 membawa pengaruh terhadap prioritas penggunaan Dana Desa yang mengalami refocusing diantaranya, untuk penanganan Covid-19 seperti pembuatan posko-posko di kampung-kampung. (Nando)