Penerapan New Normal, F-PKB DPRD Way Kanan Usulkan Konsep ke Bupati

36

HEADLINELAMPUNG, WAY KANAN – Menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat dalam penerapan konsep kehidupan New Normal atau kenormalan baru, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Kabupaten Way Kanan, Lampung menyampaikan usulan konsep ke Bupati Way Kanan.

Usulan tersebut merupakan hasil analisis dari berbagai data dan laporan terkait perkembangan terakhir pandemi global Covid-19 di Indonesia.

Ketua Fraksi PKB Way Kanan, Sairul Sidiq, menyampaikan penerapan new normal akan berhasil jika didukung dua hal, yakni kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan pengawasan ketat pemerintah terhadap pelaksanaan.

“Adapun hal pendukung lain ialah ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, terutama untuk pencegahan penularan Covid-19,” kata Sairul, Selasa (02/06/2020).

Menurutnya, penerapan new normal untuk pesantren di Way Kanan saat ini masih memerlukan sarana dan prasarana penunjang mulai dari Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren) beserta tenaga dan alat medis. Serta sarana MCK yang memenuhi standar protokol covid-19; wastafel portable dan penyemprotan desinfektan; Alat Pelindung Diri (APD), alat rapid test, handsanitizer, dan masker; hingga kebutuhan penambahan ruang untuk ruang karantina, isolasi mandiri, ruang asrama, dan ruang kelas guna memenuhi standar penerapan physical distancing.

BACA JUGA:  Rendeng Bersama dan Pengukuhan Komunitas Pencinta Brugo-Q Tiyuh Gedung Ratu Tubaba Digelar

“Untuk itu kami berharap agar Pemerintah daerah kabupaten Way Kanan diminta dapat memberikan bantuan nyata kepada pesantren dalam bentuk fasilitasi rapid test dan pemeriksaan swab massal bagi seluruh santri yang berasal dari luar daerah sebagai penanda dimulainya kegiatan belajar mengajar di pesantren,”ujarnya.

Ia menambahkan, Penyediaan sarana isolasi mandiri dan sarana belajar yang memenuhi standar konsep new normal, harus disiapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama Kab. Way Kanan termasuk di dalamnya digitalisasi proses belajar mengajar di pesantren.

BACA JUGA:  Bupati Lamsel Pantau Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni

Selanjutnya, Prosedur Tetap (Protap) beserta petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya idealnya dalam bentuk buku saku dan/atau sejenisnya, tentang penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di pesantren dalam masa new normal yang dialokasikan melalui anggaran khusus dari APBD.

“Pada prinsipnya, Fraksi PKB DPRD Way Kanan akan mendorong pemerintah kabupaten untuk membantu pesantren mempersiapkan diri menghadapi masa new normal sekaligus mengawal kebijakan tersebut hingga tingkat implementasinya,” pungkasnya. (*/Migo)