Pilwakot di Tengah Pandemi Covid-19, KPU Metro Butuh Tambahan Anggaran Rp2,6 Miliar

75

HEADLINELAMPUNG, METRO-Persoalan anggaran mengancam pelaksanaan Pemilihan Walikota (Pilwalkot) yang dijadualkan digelar serentak, 9 Desember 2020 mendatang.

Ketua KPU Kota Metro, Nurris Septa Pratama mengatakan, untuk menyelenggarakan Pilwalkot di tengah pandemi covid-19, pihaknya mengajukan anggaran tambahan sebesar Rp 2,6 miliar.

“Tambahan anggaran Rp 2,6 miliar tersebut, juga diperuntukkan bagi pembelian Alat Pelindung Diri (APD) bagi penyelenggara pilwalkot,” kata Nurris Septa, Jumat (26/6/2020).

Hanya saja, lanjut dia, dari usulan Rp 2,6 miliar tersebut, baru terealisasi sebesar Rp 950 juta. Itu, berasal dari bantuan dari Pemkot Metro sebesar Rp590 juta, serta restrukturisasi dan optimalisasi anggaran KPU sekitar Rp360 jutaan.

BACA JUGA:  Cegah Stunting, DKP3 Kota Metro Lampung Bagikan 45 Ribu Butir Telur

“Jadi, masih terdapat kekurangan sekitar Rp 1,7 miliaran,” imbuhnya.

Nurris Septa menyebutkan, usulan penambahan anggaran itu bukan tanpa alasan. Untuk penyelenggaraan pilwalkot di tengah pandemi covid-19, terdapat penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS), dari sebelumnya 245 menjadi 310 TPS.

“Itu, karena adanya pembatasan mata pilih, jika pada pemilu legislatif jumlah mata pilih 800 per TPS, pada masa pandemi covid-19 jumlah mata pilih maksimal 500 per TPS. Penambahan jumlah TPS tentu juga menambah jumlah personil penyelenggara,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19, Walikota Metro Minta Rumah Sakit Tambah Fasilitas Ruang Isolasi

Karenanya, ia berharap KPU RI menyetujui usulan penambahan anggaran untuk pilwalkot tersebut.

“Sampai hari ini, belum ada kabar terkait usulan itu, tapi mudah-mudahan ada angin segar dari KPU RI, karena info yang kami terima Kementerian Keuangan membantu KPU,” ungkap dia. (dwi)