Tenaga Kesehatan Covid-19 di Lambar Belum Terima Insentif

11

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT-Tenaga medis yang menangani pasien corona virus disease (Covid-19) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) hingga saat ini belum menerima intensif.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Lampung Barat, Paijo mengatakan,
pihaknya sudah mengajukan dana insentif untuk tenaga medis kepada Provinsi Lampung sejak April 2020 lalu. Namun, sampai saat ini belum ada jawaban.

Dijelaskan Paijo, data jumlah tenaga kesehatan yang diajukan ke Provinsi Lampung yaitu, dokter (24 orang), perawat (98 orang), bidan (117 orang), dan tenaga kesehatan lain (27 orang).
Dengan anggaran yang diajukan ke Provinsi Lampung mencapai Rp1.330.000.000.

“Kita sudah mengajukan sejak lama. Namun, karena ada pembobotan dan penilaian terhadap Puskesmas dan dinas bisa saja dananya tidak sampai segitu,” kata Kadiskes Paijo, Kamis (02/07/2020).

BACA JUGA:  Minta Dukungan Pengukuhan, PPSK Way Kanan Silaturahmi ke Dinas Koperasi dan Indagsar

Paijo kembali menegaskan, bahwa
sampai sekarang belum ada jawaban apakah itu disetujui atau tidak, karena semua tergantung Pemerintah Pusat.

Menurut Ia, hitungan dana insentif tenaga medis yang dimaksud tergantung jumlah pasien Covid-19 yang Positif, ODP, OTG dan PDP serta yang sudah di screening.

“Semua itu, mempengaruhi dengan dana maksimal Rp5 juta/orang yang diajukan,” imbuhnya.

Menurut Paijo, dalam pengajuan tidak ada kendala, semenjak ada informasi tersebut pihaknya langsung membuat pengajuan.

Namun, Paijo berharap dengan adanya kemarahan Presiden RI terkait anggaran Covid-19 yang baru terserap sebanyak 1,75 persen, bisa mempercepat terealisasi anggaran tersebut. Karena, di Kabupaten Lambar saat ini belum terserap sama sekali.

Masih kata Paijo, sebagai bentuk perhatian Pemkab Lambar terhadap Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bersentuhan langsung dengan Covid-19, pemerintah setempat juga memberikan insentif yang bersumber dari anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) APBD tahun 2020 untuk bulan April, Mei, dan Juni.

BACA JUGA:  Awal Tahun 2021, Lima Warga Metro Positif Covid-19, Satu Meninggal Dunia

“Karena ini sudah masuk bulan Juli, kita belum bisa memastikan apakah insentif yang dari APBD, akan dilanjutkan atau tidak. Meskipun secara nasional pandemi ini belum selesai, dan untuk memastikan itu akan diadakan pembahasan terlebih dahulu,” tukasnya.

Ditambahkan Paijo, untuk saat ini jumlah ODP Covid-19 ada 4 orang yang yakni, warga Kecamatan Batu Ketulis, Batu Brak, Pagar Dewa, dan Sukau.

“Semuanya masih dalam pantauan tenaga medis yang ada di Puskesmas, sedangkan untuk yang lain-lain semuanya Nol,” pungkasnya. (Hendri)