Kisah Warga saat JTTS Dibangun di Lampung, Nama Putra Daerah Diabadikan

50

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo melakukan ground breaking Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Desa Sabahbalau, Tanjungbintang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Kamis, 30 April 2015.

Presiden secara resmi memulai pembangunan JTTS dari Provinsi Aceh hingga Lampung.

Pembangunan dimulai pertama kali di Provinsi Lampung dan sekaligus menjadi tonggak awal pengerjaan Tol Trans Sumatera, yang menghubungkan Lampung -bAceh sepanjang 2.700 Km, termasuk tiga lintas penghubungnya.

JTTS Aceh – Lampung ditargetkan presiden selesai tersambung pada 2024.

Dibangunnya JTTS disambut antusias masyarakat di Pulau Sumatera. Banyak yang menjadi miliuner dengan pembangunan tol tersebut.

Masyarakat meraih keuntungan luar biasa di lahan yang mereka miliki, ketika jalan tol dibangun.

Ada yang tiba-tiba mendadak kaya membangun rumah dan membeli kendaraan. Ada juga yang mendapatkan modal besar untuk membuka usaha.

Seperti Sugiono dan Wawan, warga Kecamatan Jatiagung, Kelurahan Jatimulyo, Kabupaten Lampung Selatan.

Mereka berdua merupakan warga yang rumahnya terkena penggusuran pembangunan jalan tol.

“Rumah saya berserta tanahnya diganti rugi sebesar Rp 1,4 miliar. Alhamdulilah, ini bukan ganti rugi, tapi ganti untung, terimakasih presiden,” ucapnya bahagia.

Uang dari ganti rugi dibelikan Sugiono tanah lagi di daerah Jatimulyo dan membangun rumah baru.

“Kemudian saya belikan mobil buat keluarga bepergian, kondangan, dan jalan-jalan. Sebelumnya saya hanya kuli bangunan. Alhamdulilah sekarang buka usaha warung sembako,” kata dia.

Senada disampaikan Wawan, warga Jatimulyo yang tinggal tidak jauh dari rumah Sugiono, yang tanahnya juga diganti Rp 1,4 miliar oleh pihak tol.

“Alhamdulilah, saya dudah beli tanah dan bisa bangun rumah lagi. Sisanya buat modal buka warung,” jelasnya.

BACA JUGA:  PCR di Lampung Beroperasi, 11 Sample Swab Sudah Diperiksa

Atas kegigihan pemerintah pusat dann daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang memiliki lahan dengan cara bermusyawarah, serta dibayarkannya ganti rugi, pembangunan JTTS bisa berjalan baik, khususnya di Provinsi Lampung.

Jalan tol Lampung mempunyai sejarah besar yang tidak terlupakan bagi Provinsi Lampung.

Salah satu putra daerah mendapatkan penghargaan, dengan diabadikan namanya di salah satu jalan tol Bakauheni, Lampung Selatan.

Beliau adalah Almarhum Adeham, yang saat itu menjabat Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Provinsi Lampung.

Adeham salah satu tokoh Lampung yang menjadi ketua Tim Percepatan Pembangunan JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.

Adeham meninggal dunia pada 24 Januari 2018, diduga akibat kelelahan dalam proses berbagai permasalahan pembangunan JTTS.

Terutama dalam menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawabnya.

Adeham merupakan aparatur sipil negara (ASN) pada zaman kepimpinan Gubernur Lampung
Ridho Ficardo. Nama Adeham menjadi salah satu nama Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) di ruas Bakauheni-Terbanggibesar.

Di Provinsi Lampung, JTTS sudah beroperasi dari Bakauheni, Lampung Selatan sampai Simpang Pematang, Mesuji.

Jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar dengan panjang 140.94 kilometer dan Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) sepanjang 189 kilometer, merupakan satu-satunya jalan tol terpanjang di Indonesia.

Pembangunan JTTS Lampung dilakukan dengan empat tahap.

Pada tahap pertama, pembangunan dilakukan di jalur Bakauheni – Natar Kabupaten Lampung Selatan dengan panjang 104,7 kilometer.

Jalan tol sepanjang 104,7 km melewati Kecamatan Bakauheni, Penengahan, Ketapang, Palas, Kalianda, Way Panji, Sidomulyo,Candipuro, Katibung, Merbau Mataram, Tanjung Bintang, Jati agung, hingga Natar di Lampung Selatan.

BACA JUGA:  Update Kasus Covid-19 Lampung 15 September 2020: Meningkat Lagi, Pasien Konfirmasi Positif Bertambah 39 Orang

Pada tahap kedua, pembangunan dilakukan di jalur Babatan – Tegineneng Kabupaten Pesawaran dengan panjang 59,202 km.

Sedangkan tahap ketiga jalur Tegineneng-Terbanggi Besar sepanjang 34,135 km.

Selanjutnya tahap keempat
Terbanggi Besar – Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 Km.

PT. Hutama Karya menjadi perusahaan milik negara pertama yang mendapat kesempatan menggarap jalan ini, karena telah mengantongi surat penetapan persetujuan lokasi pembangunan.

Jalan Tol Trans Sumatera terbagi dalam empat koridor utama dan tiga koridor prioritas jaringan jalan tol.

Keempat koridor utama yakni Bakauheni (Lampung Selatan) – Palembang (Sumatera Selatan)  358 km, Palembang – Pekanbaru (Riau)  610 km, Pekanbaru – Medan (Sumatera Utara)  548 km dan Medan-Banda Aceh (NAD) 460 km.

Tiga koridor prioritas pembangunan yakni Palembang – Bengkulu sepanjang 303 km,bPekanbaru – Padang (Sumatera Barat) sepanjang  242 km dan Medan – Sibolga sepanjang 175 km.

Setelah perjalanan pembangunan JTTS mulai awal ground breaking pada tahun 2015, sampai 2019 (4 tahun), ahirnya jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar
pertama diresmikan Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2019 di gerbang tol Natar Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar Kabupaten Lamsel.

Selanjutnya, menyusul peresmian jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) di gerbang tol Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, pada tanggal 15 November 2019.

Oleh karena itu dengan diresmikannya jalan tol Lampung tersebut maka PT. Hutama Karya sebagai perusahaan yang dipercaya Presiden Joko Widodo untuk menggarap jalan tol tersebut, dipimpin dua orang yakni Branch Manager Ruas Tol Bakter PT Hutama Karya, Hanung Hanindito dan Branch Manager PT HK Ruas Tol Terpeka Yoni Satyo. (Bayumi)