Satlantas Polres Lamteng Gelar Operasi Patuh Krakatau 2020, Ini Sasarannya

156

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Tengah (Lamteng), melakukan Operasi Patuh Krakatau 2020 dengan melibatkan 54 personel gabungan dilaksanakan dari 23 Juli sampai 6 Agustus 2020.

Operasi Patuh Krakatau 2020, yang dipusatkan di Tugu Pepadun Kecamatan Gunungsugih Kabupaten Lamteng, pada hari pertama tidak ada penilangan, karena Satlantas Polres Lamteng mengutamakan imbauan.

“Operasi Patuh Krakatau 2020, kita belum melakukan tindakan. Karena, yang diutamakan imbauan dan edukasi masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas,” kata Kasatlantas Polres Lamteng, AKP M. Yani Endang mewakil Kapolres, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, Kamis (23/7/2020).

BACA JUGA:  Sekretaris DPRD Kota Metro Polisikan Media Online

Namun, lanjut AKP M. Yani terkait tindakan di lapangan selama Operasi Patuh Krakatau 2020, personil Satlantas Polres Lamteng hanya melakukan penindakan sekitar 20 persen.

“Hanya sekitar 20 persen tindakan penilangan. Sisanya, petugas lebih mengedepankan edukasi dan imbauan untuk keselamatan serta mengurangi korban lakalantas,” ujarnya.

Dijelaskannya, pada hari perdana pihaknya memberikan imbauan kepada pengendara yang melintasi di Tugu Pepadun Gununsugih.

“Hari ini ada 100 imbauan, yang diberikan kepada pengendara, untuk melengkapi kendaraan dan surat-surat,” imbuhnya.

Menyangkut persoalan Lakalantas di Lamteng, AKP Endang Yani, mengatakan, sebanyak 165 kasus pada 2019. “Kalau 2019 ada 165 kasus. Tapi dalam penanganan lakalantas ranking delapan. Kita fokuskan penggunaan helm SNI, surat-surat, dan overtonase,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gercep 30 Menit setelah Pungli Residivis diringkus Tekab 308 Polres Lamteng

Menurut Ia, dalam Operasi Patuh Krakatau 2020, Satlantas Polres Lamteng juga melibatkan Dinas Perhubungan kabupaten setempat.

Sementara itu, Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menjelaskan, Operasi Patuh Krakatau 2020, akan berlangsung selama 14 hari secara serentak di seluruh Indonesia.

“Sasaran prioritasnya pengemudi sepeda motor yang tidak memakai helm SNI, pengemudi mobil yang tidak menggunakan safety belt, kendaraan yang melawan arus, kelengkapan dan surat-surat kendaraan, serta elanggaran lalu lintas lainnya,” pungkasnya.(Gunawan)