Pasal Pilkada, Lurah Pecat Ketua RT, Bawaslu Lampung: Jangan Like or Dislike

52

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Empat bulan jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Bandar Lampung, suhu politik memanas dan mulai ‘makan korban’.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 09, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Eko Jaya Saputra, diberhentikan dari jabatannya oleh Lurah Rosminah.

Hal itu terungkap dari foto surat pemecatan yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan WhatsApp.

Melalui pesan berantai grup WhatsApp, tersebar foto surat pemberhentian Ketua RT 09 Lingkungan 1 Kelurahan Durian Payung, yang ditandatangani lurah.

Pemecatan dilakukan melalui surat bernomor 148.36.VI.29.2020 perihal Pemberitahuan kepada Eko Jaya Saputra selaku Ketua RT setempat.

BACA JUGA:  Besok, 23 Hasil Swab Pertama PCR Lampung Akan Diumumkan

Dalam surat tertanggal 6 Agustus 2020 itu, lurah menyatakan bahwa Eko Jaya Saputra selaku ketua RT 09 telah berpolitik dan memihak salah satu calon kepala daerah.

Anggota Bawaslu Lampung, Adek Asy’ari mengungkapkan jika memang kewenangan memberhentikan ketua RT itu ada di lurah.

“Tapi lurah sebagai ASN harus juga bersikap sama terhadap semua RT. Tidak boleh berdasarkan like or dislike. Termasuk, lurah pun keputusannya tidak boleh memihak,” ujarnya, melalui aplikasi pesan WhatsApp kepada Headlinelampung, Senin (10/8/2020) malam.

Sebelumnya, ketika dikonfirmasi perihal surat pemecatan tersebut, Ketua RT 09 Durian Payung, Eko Jaya Saputra mengaku memang pernah mendampingi sosialisasi bakal calon Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Tulus Purnomo, Senin (3/8/2020).

BACA JUGA:  Pasien Covid-19 di Lampung Meninggal Bertambah Tiga, Total 61 Orang

Eko mengatakan jika saat itu diasudah meminta izin kepada lurah.

“Saya sampaikan bahwa saya diminta oleh pak Tulus untuk sosialisasi,” ujarnya, Minggu (9/8/2020).

Hingga beberapa hari kemudian, Eko mendapat surat pemberhentian sebagai ketua RT yang ditandatangani lurah.

“Suratnya dikirimkan melalui Kepala Lingkungan 1, Fachri, ke rumah saya,” terang Eko.

Terkait pemecatan tersebut, Eko mengaku hanya bisa pasrah dan berlapang dada.

Sampai berita ini diturunkan, Lurah Durian Payung, Rosminah, belum bisa dimintai konfirmasi terkait surat pemecatan tersebut. (Fikri/Wijaya)