Kasus Positif Covid-19 Kembali Muncul, Tiga Sekolah di Lambar Hentikan KBM Tatap Muka

96

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT – Munculnya kasus konfirmasi positif Covid-19 di dua Kecamatan di Lampung Barat (Lambar), yakni di Kelurahan Pajar Bulan Kecamatan Way Tenong dan Pekon Sindang Pagar Kecamatan Sumber Jaya belum lama ini membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lambat mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di tiga sekolah yang berdekatan dengan lokasi ditemukannya kasus Covid-19 cluster Cimahi tersebut.

Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Wasis Apriadi, mendampingi Kadisdikbud Lambar Bulki Basri mengungkapkan, ketiga sekolah yang sementara waktu melaksanakan KBM Dalam Jaringan (Daring) yakni SDN 1 dan SDN 2 Pajar Bulan kemudian SMPN 1 Waytenong.

“Untuk SDN 1 dan 2 itu sebelumnya memang kita yang menghentikan sementara KBM tatap muka dan kembali ke Daring, sementara untuk SMPN 1 Waytenong itu mereka yang meminta dalam satu minggu ini, dengan alasan ada salah satu guru yang anaknya bersekolah di SDN 1 Pajar Bulan, tetapi itu hanya satu minggu saja, ” ungkapnya, Rabu (2/9/2020).

BACA JUGA:  Targetkan 100 Orang Perhari, Lapak Vaksinasi Massal Covid-19 Polres Lampura dan Dinkes Layani Masyarakat Umum dan Lansia

Sementara itu, untuk SDN 1 dan 2 Pajar Bulan akan melaksanakan KBM melalui Daring sampai adanya kesiapan dari pihak sekolah, dan salah satu siswa yang dinyatakan Positif Terapar Covid-19 tersebut benar-benar dinyatakan sembuh oleh Dinas Kesehatan.

“Kalau nantinya sekolah sudah siap dan salah satu siswa tersebut dinyatakan sembuh, maka sudah bisa kembali melaksanakan KBM tatap muka, kita akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait khususnya dengan dinas kesehatan untuk memastikan kesembuhan salah satu siswa yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 tersebut, ” kata Wasis.

BACA JUGA:  Peringati HUT ke-61, Karang Taruna Way Kanan Bagikan Sembako

Terusnya, meski melalui Daring namun pihaknya berharap agar Daring tetap berjalan dengan baik. Serta selama melalui Daring pihak sekolah dan juga orang tua benar-benar mengawasi anak-anaknya untuk tidak keluyuran sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Semoga tidak ada lagi kasus Covid-19 klaster sekolah, kita harus sama-sama memutus mata rantai penyebaran, karena itu pentingnya pengawasan orang tua dan juga pihak sekolah untuk terus mengingatkan anak-anaknya, ” tutup Wasis. (Hendri)