Pemkab Tanggamus Ikuti Webinar Kebijakan Pembelajaran Dimasa Pandemi

27

HEADLINELAMPUNG, TANGGAMUS-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus mengikuti kegiatan Webinar Kebijakan Pembelajaran dimasa pandemi dengan pembicara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Rabu (2/9/2020).

Hadir dalam Webinar secara virtual tersebut Asisten Bidang Ekobang Sukisno, Staf Ahli Bupati Firman Ranie dan Sekretaris Dinas Pendidikan Lauyustis.

Menurut Sukisno dalam video conference tersebut, Mendikbud menekankan kepada daerah yang memutuskan kegiatan belajar mengajar (KBM) agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

“Mendikbud juga memberikan kewenangan kepada kepala daerah untuk berinovasi dalam belajar tatap muka disituasi Pandemi Covid 19 dan tentunya disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah,” ujar Sukisno.

BACA JUGA:  AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, Masyarakat  Harus Bijak Menyikapi Kenaikan Harga BBM

Sementara itu, lanjut Ia, Mendagri Tito Karnavian juga meminta agar ada koordinasi dalam penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan juga koordinasi antar dinas instansi juga harus ditingkatkan.

“Mendagri berharap, agar jangan sampai pelaksanaan KBM menimbulkan klaster baru,” ucapnya.

Diktakab Sukisno, Kabupaten Tanggamus bersiap untuk menghadapi KBM tatap muka, namun sebelum dilaksanakan sekolah harus benar-benar memenuhi 20 item yang telah ditentukan sebagai syarat mutlak dari Tim Assessment.

“Sekarang sekolah sedang menyiapkan 20 item, karena 9 September Tim Assessment mulai turun, hasilnya nanti disampaikan kepada bupati, untuk bisa atau tidaknya KBM tatap muka itu ditangan bupati,” ujar Sukisno.

BACA JUGA:  Polsek Cukuh Balak Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Dua Warga Pekon Putih Doh

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Lauyustis menyatakan, saat ini satuan pendidikan sudah berkomunikasi dengan fasilitas kesehatan dalam rangka MoU yang merupakan satu dari 20 item tim Assessment.

“Dalam pelaksanaan KBM tatap muka, dibutuhkan komitmen kuat antara sekolah dan orang tua murid, jangan sampai satu dua hari saja patuhnya, sesudahnya abai, itu tidak dibenarkan,” kata Lauyustis. (Andi/rud)