views

Pembangunan Taman Kota Liwa Lampung Barat Hamburkan Uang Negara?

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT – Penataan kota Liwa menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar) dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum terus dibangun guna mempercantik kota Liwa.

Salah satunya yakni pembangunan Taman Kota Liwa di lahan eks workshop, depan Wisma Sindalapai, berupa taman dan pelataran yang diharapkan mampu mendukung destinasi wisata Kebun Raya Liwa (KRL) dan Taman Kota Hamtebiu yang lokasinya berdekatan.

Hanya saja proyek tersebut terkesan menghamburkan uang negara. Betapa tidak, pada tahun anggaran 2019 lalu dianggarkan sekitar Rp 900 juta untuk pembangunan tahap awal.

Namun hasil pembangunan tersebut menimbulkan pertanyaan, sebab pelataran yang sebelumnya telah di-rigid beton, ditimpa kembali pada proyek lanjutan tahun anggaran 2020

Alasannya, menambah ketebalan lantai untuk meninggikan elevasi lantai parkir dengan dana sebesar Rp 749.697.600., sehingga sebagian anggaran yang terserap pada tahun 2019 lalu disinyalir hanya sia-sia alias menghamburkan uang negara.

Disinyalir, sia-sianya pembangunan latar tahap pertama dikarenakan dengan ditimpanya bangunan latar yang baru berumur kurang lebih satu tahun tersebut dan diganti dengan yang baru.

Kuat dugaan kurang matangnya perencanaan pada pembangunan tahap pertama, sehingga harus ditambah ketebalannya pada pembangunan tahap kedua.

Padahal jika tidak diperuntukkan pembangunan latar kembali, dananya bisa digunakan untuk pembangunan item lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lambar, Hermanto, mengatakan, ditambahnya ketebalan latar pada pembangunan tahap kedua ini guna menambah ketahanan pada latar yang akan digunakan sebagai parkiran tersebut.

“Itu hanya ditimpa untuk ditinggikan supaya jika ada hujan aliran air bisa lebih lancar, karena memang pada pembangunan tahap pertama cuma 10 centi dan sekarang kita tambah 5 centi. Itu juga untuk menambah ketahanan latar, siapa tahu nanti ada mobil seperti truk, parkir di sana, ditakutkan latarnya amblas,” ujar Hermanto, Selasa (15/9/2020).

Disinggung tentang dugaan kurang matangnya perencanaan pada pembangunan tahap pertama hingga disinyalir melakukan pembangunan yang sia sia, Hermanto mengatakan jika itu bukan karena perencanaan kurang matang.

Tapi memang karena terbatasnya dana yang digulirkan pada tahap pertama.

“Ini pekerjaan bertahap. Kalau dulu (tahap pertama) dananya bisa sekaligus Rp 1 atau Rp 2 miliar enak kita mengerjakannya. Waktu tahap pertama dengan dana segitu kita pilih dulu, seperti latar ini sementara kita bangun segitu dulu dan nantinya di tahap kedua bisa kita tinggikan. Yang penting nanti utamanya bisa selesai,” kata Hermanto.

Menurutnya, itu pekerjan lanjutan, melanjutkan hal yang belum sempurna. Lain hal kalau membangun langsung jadi.

“Dari dana lanjutan yang sebesar Rp 749.697.600 tersebut meliputi semua bagian, mulai dari latar, semua ornamen, taman termasuk bunga-bunga, landmark atau lukisan-lukisan dan lain-lain, dan progres untuk tahapan kedua ini sekitar 50 persen,” jelas Hermanto. (Hendri)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pilwakot Metro, Tim Pemenangan Anna-Fritz Targetkan 70 Persen Perolehan Suara

Sel Sep 15 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]