Pjs Bupati Lamteng Pimpin Operasi Yustisi

23

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Pejabat sementara (Pjs) Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Adi Erlansyah memimpin langsung Operasi Yustisi penindakan dan pendisiplinan masyarakat, dalam mematuhi protokol kesehatan (Prokes) pencegahan dan penyebaran Covid-19.

Kegiatan Operasi Yustisi sebelum diterbitkanya Perda tersebut, Pjs Bupati Lamteng, Adi Erlansyah didampingi Kapolres Popon Ardianto Sunggoro, Pabung Kodim 0411 Mayor Inf. Asrin, para asisten, staf ahli, dan Kepala BPBD.

Kali ini, Operasi Yustisi menyasar di RM Siang Malam, Chandra Departement Store, Bandarjaya Plaza, dan PB Swalayan, Rabu (24/10/2020).

Adi Erlansyah mengatakan, Operasi Yustisi tersebut bertujuan untuk memberikan pembinaan kedisiplinan masyarakat Lamteng.

Menurut Ia, bersama TNI dan Polri Pemkab Lamteng sudah menyambango sejumlah tempat, dan mengimbau masyarakat agar menerapkan Prokes Covid-19 secara maksimal.

“Kita imbau agar masyarakat menerapkan Prokes secara maksimal.
Karena, akhir-akhir ini di Lamteng terjadi lonjakan pasien terkonfirmasi Covid-19,” jelasnya.

Saat ini kata Adi, pasien yang terkomfirmasi positif di Kabupaten Lamteng mencapai 200-an. Karena itu, semua elemen harus bergerak.

BACA JUGA:  Kajari Lamteng Jadi Irup Penurunan Bendera HUT RI ke-76

“Kita akan maksimalkan sosialisasi dengan pasang baner-baner stiker, dan woro woro. Tim gugus tugas kecamatan hingga kampung kita intensifkan lagi,” tegasnya.

Hal ini lanjut Adi, adalah upaya yang bisa dilakukan, dan di masjid-masjid juga dimbau. Kalau sudah takdir memang tak bisa dihindari.

“Tapi upaya, ikhtiar untuk menghindari terus dilakukan. Kita akan meningkatakan upaya pencegahan agar lebih masif lagi. Ini untuk menekan lonjakan pasien terkonfirmasi Covid-19 di Lamteng,” tukasnya.

Dikatan Adi, yang dilakukan Pemkab Lamteng saat ini, hanya warning kepada masyarakat yang terjaring operasi yustisi tidak mematuhi Prokes, salah satunya tidak menggunakan masker saat keluar rumah.

“Jika Perda sudah diterbitkan, bisa dikenakan sanksi pidana bagi pelanggar prokes. Sekarang, kita hanya sebatas imbau kepada masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan, untuk Perda-nya kelak akan segera disosialisakan kepada masyarakat. Karena, hal ini bukan untuk kepentingan siapa-siapa.

BACA JUGA:  Dinas Ketahanan Pangan Gelar Bazar Murah Pertengahan Ramadhan

“Ini sangat penting, karena untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Adi, draf Perda tersebut telah disiapkan, dan untuk beberapa hari kedepan draf tersebut akan diserahkan ke DPRD.

“Mudah-Mudahan, jika cepat pembahasan dalam bulan ini Perda-nya selesai dan bisa langsung diterapkan,” ungkapnya.

Terkait ruang isolasi pasien, Adi Erlansyah mengatakan, untuk
sementara masih tertampung. Namun, Pemkab Lamteng harus antispasi. Meskipun, ada Rumah Sakit swasta yang siap menyediakan beberapa kamar untuk digunakan pasien positif Covid-19.

“RSUD juga sudah menyiapkan, untuk merehab ruangan yang ada. Kalau bisa menampung sekitar 50-an pasien. Mudah-mudahan, dengan tambahan dari Rumah Sakit swasta bisa menangani. Secepatnya, akan kita usulkan ke provinsi agar Rumah Sakut swasta di Lamteng bisa ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan isolasi pasien positif Covid-19,” pungkasnya.(Gunawan)