Dipecat Herman HN Gegara Handuk, Mantan Kepala SMPN 16 Bandar Lampung Mengadu ke KASN

102

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG — Untuk mencari keadilan, mantan Kepala SMP Negeri 16 Bandar Lampung, Purwadi, secara resmi mengadukan nasibnya ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), karena telah dipecat semena-mena oleh Wali Kota Bandar Lampung Herman HN beberapa waktu lalu.

Purwadi diberhentikan lantaran menerima handuk dari pasangan calon Wali Kota Bandar Lampung nomor urut 1 Rycko Menoza, ketika jalan sehat di sekitar Hutan Kera, Jumat (9/10/2020).

Purwadi mengatakan, pengaduan ini bukan untuk memperuncing masalah.

Tetapi dirinya ingin mencari keadilan dan penjelasan, mengapa dicopot dari jabatan tersebut tanpa ada klarifikasi langsung.

“Berdasarkan ketentuan tersebut, maka saya memohon keadilan kepada KASN atas keputusan wali kota memberhentikan saya sebagai kepala sekolah, tanpa ada proses klarifikasi kepada saya,” tulisnya dalam surat tersebut, dalam rilis yang diterima Headlinelampung, Senin (19/10/2020).

Surat yang ditandatangani langsung oleh Purwadi pada 14 Oktober 2020 itu dikirimkan untuk meminta keadilan.

BACA JUGA:  Walikota Eva Ajak Orangtua Aktif Sosialisasikan Vaksinasi Anak

Purwadi juga menjelaskan kronologi secara tertulis kejadian yang dialaminya.

Ia mengulas, pada Jumat, 9 Oktober 2020, sebagaimana biasa sebagai kepsek melaksanakan olahraga bersama di sekolah dan dilanjutkan jalan sehat bersama guru-guru SMPN 16 Bandar Lampung.

“Rute yang kami lalui seperti biasanya tidak meIewati jalan raya. Kebetulan rute tersebut melewati rumah salah satu calon wali kota Bandar Lampung (Rycko),” ujarnya.

Ketika perjalanan pulang saat berada dekat dengan rumah calon wali kota tersebut, ada orang yang membagikan handuk kecil, dan ia menerima handuk untuk menyeka keringat tersebut sebagai penghargaan bagi yang memberinya.

“Kami tidak pernah berpikir ada urusan politik dan kami tidak pernah ikut terlibat dalam urusan politik. Namun tidak Iama dari waktu tersebut, sekitar pukul 10.15 WIB, saya ditelepon wali kota (Herman HN), dan saya dinyatakan bersalah,” ungkap Purwadi.

BACA JUGA:  HUT PDAM Way Rilau, Momentum untuk Meningkatkan Kinerja serta Pelayanan kepada Masyarakat

Dia juga sempat memberi penjelasan melalui percakapan tersebut.

Tetapi penjelasan yang disampaikan ke wali kota tetap menyatakan dirinya bersalah, dan diberhentikan dari jabatab sebagai Kepala SMPN 16 Bandar Lampung.

Kemudian, Purwadi diminta untuk mengambil SK Pemberhentian pada pukul 15.00 WIB, di kantor Badan Kepegawalan Daerah (BKD) Kota Bandar Lampung.

Setelah menerima SK tersebut, Purwadi memahami bahwa keputusan wali kota tersebut melanggar UU No. 10 Tahun 2016 pasal 71 ayat 2, yang menyebutkan bahwa Gubernur, Wakil gubernur. Bupati dan Wakll Bupati, maupun Walikota dan Wakil Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum masa penetapan calon sampai akhlr masa jabatan.

Pejabat yang termasuk tidak boleh dilakukan penggantian adalah pejabat fungsional yang diberi tugas tambahan memimpin satuan/unit kerja meliputi kepala sekolah dan kepala Puskesmas. (*)