Festival Bambu Internasional Tubaba Tampilkan Pameran Etnografi dari Seluruh Sumatera

9

HEADLINELAMPUNG, TUBABA – Pada Festival Bambu Internasional yang diprakarsai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) November 2020, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mewakili Provinsi Lampung menjadi provinsi pertama yang lolos seleksi dari berbagai provinsi di Sumatera yang mengajukan kegiatan tersebut.

Yang menarik dari Tubaba adalah apa pun yang datang ke Tubaba akan ditubabakan. Sebagai daerah baru, Tubaba menyerap berbagai macam energi. Energi dari luar berpadu dengan energi di dalam Tubaba sendiri,Pertemuan energi di Tanah Tubaba inilah yang disebut mengalami proses ditubabakan.

Termasuk festival ini juga ditubabakan. Itu sebabnya apa pun yang keluar dari Tubaba selalu istimewa karena mengalami proses pematangan ala Tubaba.

Direktur kegiatan, La Ode Abdul Shalim mengatakan salah satu kegiatan penting dalam festival ini adalah membuat buku berjudul Pesan Menjaga Bambu Nusantara Dari Tubaba.

BACA JUGA:  Bahas Covid-19, Bupati Lamtim Video Conference Bersama Gubernur

Buku ini merangkum 10 pemikiran tentang bambu dari para praktisi yang erat sekali dengan bambu dalam kerja dan kehidupannya sehari-hari.

“Pemikiran-pemikiran itu
mencakup 3 jaman berbeda, yaitu , Pemikiran masa lalu, masa depan dan
masa hari ini sebagai jembatannya.
Pemikiran-pemikiran itulah yang akan disampaikan kepada dunia
internasional dan juga masyarakat lokal sehingga festival menjadi
momentum penting untuk membangun kesadaran dan juga titik awal untuk
mulai menjaga dan melestarikan apa yang kita punya di Tubaba,” jelasnya, Senin (19/10/2020)

Festival kali ini banyak yang akan ditampilkan juga salah satunya akan memamerkan karya-karya Etnografi yang terbuat dari bambu dari seluruh Sumatera. Dalam kegiatan ini meraka melibatkan kaun milenial atau yang disebut Muli-Menganai Tubaba.

BACA JUGA:  Bupati Tubaba Hadiri Sosialisasi Pilkati di Kompleks Dunia-Akhirat Sesat Agung Islamic Center

“Festival ini akan menampilkan pameran semua alat-alat tangkap ikan, mulai dari ikan kecil hingga ikan besar, dari seluruh Tiyuh di Kabupaten Tubaba yang dibuat langsung oleh nelayan dan muli-menganai di setiap tiyuh di tubaba”.paparnya

Salah satu Kepalo Menganai Tiyuh Gedung Ratu Deby Andriansya mengungkapkan, sangat senang adanya kegiatan ini karena langsung berdampak kepada mereka, yang sebelumnya mereka tidak tau cara membuat bubu sekarang mereka mengerti.

“Kami sangat senang adanya kegiatan ini karena kami dilibatkan langsung, sekarang kami mengerti cara-cara membuat bubu dan dari bahan-bahan apa saja”.ungkapnya. (Holidin)