GGF Dukung Program Destinasi Ikan Air Tawar Kampung Bandaragung Kabupaten Lamteng

6

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Great Giant Foods (GGF) Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), mengapresiasi rencana kelompok budidaya ikan air tawar yang dikelola oleh Pemuda Karang Taruna Kampung Bandaragung Kecamatan Terusan Nunyai sebagai kampung destinasi wisata ikan air tawar.

Bentuk apresiasi GGF diwujudkan dengan memberikan bantuan sebanyak 75 drum plastik sebagai material pembuatan karamba apung yang akan dipusatkan di embung 45 desa setempat.

Bantuan diserahkan Kabag Eksternal Corporate Relation Development (CRD) GGF Erwin Anang kepada Ketua Kelompok Budidaya Ikan AIr Tawar Mina Polah Abadi Desa Bandaragung Andi Senin (23/11/2020).

BACA JUGA:  Oknum Kades Karaoke bersama Dua Wanita, Inspektorat Lampura: Itu Saudara Inspektur

Kelompok budidaya ikan air tawar Mina Polah Abadi saat ini beranggotakan sebanyak 20 orang yang merupakan kelompok pemuda karang taruna Desa Bandaragung.

Usaha budi daya ikan air tawar sendiri dibuat untuk mengcover usaha maggot yang sudah berjalan dimana akan menjadi sumber utama pakan ikan yang akan dibudidayakan.

“Budidaya maggot yang dilakukan karang taruna sudah jalan, sehingga untuk mensinergikan usaha maggot ini akan dibuat usaha budi daya ikan air tawar yang sumber pakan utamnya dari maggot itu sendiri,” jelas Andi.

Sekali lagi kami mengucapkan terimaksih kepada GGF yang sejak awal telah mensupport kegiatan pemberdayaan ekonomi kampung yang di kelola oleh pemuda karang taruna. Harapannya ini menjadi peluang usaha bagi warga dan menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan, tambahnya.

BACA JUGA:  Bupati Lampung Utara Teken Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

“Dengan dukungan GGF, semoga apa yang kami rencanakan menjadikan program kampung Bandaragung sebagai sentra swasembada ikan air tawarbisa terwujud,” tandas Andi.

Akhir tahun ini, mudah-mudahan akan kita realisasikan sebanyak 5 karamba dulu. Diperkirakan untuk 1 karamba akan membutuhkan sekitar 10 drum plastik. “Keramba yang sudah jalan sementara ini masih menggunakan bambu, kedepannya akan diganti dengan drum bantuan GGF,” tutup Andi. (gunawan)