Pergoki Sekelompok Orang Rusak Baliho Rycko-Jos, Driver Ojol di Bandar Lampung Dipukuli

18

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG — Seorang driver ojek online (Ojol), Zainal Abidin (38) mengaku dipukuli, setelah memergoki sekelompok orang yang sedang merusak alat peraga kampanye (APK) berupa baliho milik pasangan Rycko Menoza SZP-Johan Sulaiman (Rycko-Jos).

Baliho itu terpasang di pertigaan Jalan Hayam Wuruk dengan Jalan Arjuna, Kelurahan Sawah Lama, Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung.

Zainal Abidin, warga Kebun Jeruk:, Tanjung Karang Timur mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (2/12/2020) sekira pukul 17.00 WIB di lokasi tersebut.

“Saya dianiaya empat orang. Tiga pria berbaju merah dan satu wanita berbaju hitam,” ujarnya, dalam rilis yang diterima Headline Lampung.

Saat itu dia sedang mangkal dan menunggu orderan dan melihat sekelompok orang akan merusak baliho tersebut.

BACA JUGA:  DPRD Lampung Imbau Pembangunan Masjid Taman Gajah Pindah ke Kota Baru

Ketika melakukan perusakan dirinya mengambil gambar para pelaku tersebut.

Kemudian, Zainal mengambil video dan foto saat aksi perusakan berlangsung, namun mereka tidak terima.

Empat orang itu ingin merampas ponsel dan memukulinya hingga menderita luka-luka di tubuhnya.

“Wanita itu ikut memukuli dada saya, dan salah satu laki-laki membanting saya ke lantai sampai luka-luka. Ponsel saya pertahankan sampai pecah ikut terbentur saat saya dibanting,” kata dia.

Zainal mengaku diselamatkan rekan-rekan sesama ojol saat aksi pengeroyokan berlangsung,

Ia mengalami luka-luka dan memar di beberapa bagian tubuhnya.

BACA JUGA:  Pilkada Pesawaran! Dendi Optimis, PKS Masih 'Kesengsem'

“Sempat datang Babinsa, dan meminta masalah ini bisa diselesaikan secara damai. Tapi tetap akan saya lanjutkan sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia mengatakan, alasan menegur perusakan itu karena dirinya adalah salah satu kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Tanjung Karang Timur, yang diperintahkan untuk memasang dan menjaga baliho tersebut.

“Saya diperintahkan ketua saya untuk menjaganya, karena saya yang memasang bersama teman. Pemasangannya pun sebelumnya sudah mendapat izin warga sekitarnya,” kata dia.

Zainal mengaku, trauma atas penganiayaan yang diterimanya dan sudah didampingi kuasa hukum untuk melaporkan kasus penganiayaan tersebut. (*)