Sejumlah Dugaan Kejanggalan Empat Proyek Dinas PUPR Lampung Utara sedang Diinvestigasi

14

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG UTARA – Banyaknya dugaan kejanggalan dalam sejumlah proyek Dinas PUPR Lampung Utara (Lampura) mendapat banyak sorotan dari sejumlah pihak.

Kali ini dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Gempur) cabang Lampung Utara.

Ketua LSM Gempur, Syaripudin mengatakan, banyak kejanggalan di sejumlah proyek Dinas PUPR Lampung Utara.

Sebab itu, pihaknya sedang melakukan investigasi terhadap empat proyek tersebut.

“Keempat proyek itu sudah kita pantau. Nanti setelah data-data yang kita kumpulkan dirasa cukup, maka akan segera kita laporkan,” ujarnya, Minggu (20/12/2020).

Menurut Syaripudin, dugaan praktik KKN masih kental dilakukan dalam sejumlah proyek yang ada di Dinas PUPR Lampura.

BACA JUGA:  Polres Tubaba Bagikan Masker Gratis untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Sebelumnya, salah satu kontraktor yang ada di Lampura, Oksi, mengatakan, proyek yang dikerjakan melalui APBDP 2020 ini terkesan dipaksakan dan proyek yang dibangun tidak masuk skala prioritas kebutuhan masyarakat Lampung Utara, serta proses dan kontraknya dinilai janggal.

“Proyek ini terkesan dipaksakan dan tidak sesuai dengan komitmen Dinas PUPR terhadap kontraktor Lampung Utara. Seharusnya kegiatan itu dilaksanakan di tahun 2021, sesuai dengan pernyataan kadis PUPR Lampura kepada Kontraktor,” ujarnya.

“Dengan ketidakbenaran kinerja Dinas PUPR Lampura ini, maka akan Kami bawa masalah ini ke aparat penegak hukum. Saat ini Kami sedang melengkapi berkas dan secepatnya akan kami laporkan,” tambah Oksi.

BACA JUGA:  Pilkada Serentak 2020, KPU Way Kanan Mulai Rekrut Anggota PPS

Diketahui, ada empat proyek yang diberikan Dinas PUPR Lampura kepada pihak rekanan.

Keempat proyek tersebut yakni Pembongkaran Tugu Rato yang berlokasi di dalam Taman Olah Seni (TOS) Kotabumi dengan nilai mencapai seratus sembilan puluh sembilan juta lebih. Rehab Ruang Tunggu Anak di Pengadilan Kotabumi dengan nilai seratus empat puluh sembilan juta lebih.

Lalu, rehab pos jaga pusiban Lampura dengan nilai seratus empat puluh sembilan juta lebih.

Selanjutnya, proyek pembangunan Gazebo di taman wisata Way Tebabeng Lampura dengan nilai seratus empat puluh sembilan juta lebih.(Rasul/Putra)