Halau Gajah Tanpa Didampingi Petugas, Dua Warga BNS Lampung Barat Terinjak Gajah

38

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT – Nekat menghalau kawanan gajah yang akan memasuki areal perkampungan, Dua warga Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Kabupaten Lampung Barat (Lambar), mengalami cedera serius setelah terinjak kawanan gajah yang berbalik arah, Senin (21/12/2020).

Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Resort Suoh, Sulki mengatakan, kedua warga tersebut yakni Santak bin Sarpin (35) mengalami engsel ujung paha yang lepas dan engsel dengkul bergeser, kemudian Yadi bin Aman (31) mengalami keseleo di pergelangan kaki sebelah kanan setelah nekat menghalau kawanan gajah bersama 16 warga lainnya tanpa didampingi petugas khusus.

Sulki menjelaskan, kronologis kejadian tepatnya pada jam 12.00 Wib, 18 warga mencoba menghalau kawanan gajah yang berlokasi di Talang Gunung Ayem tanpa pendampingan dari Satuan Tugas (Satgas), rombongan warga menghalau kelompok gajah yang berada di Talang Rejo sampai ke Talang Anwar.

BACA JUGA:  Pemkab Pringsewu Berikan Ambal untuk Masjid dan Mushola

“Ketika gajah tersebut berposisi berada di dalam rimba yang berada di Talang Gunung Ayem tepatnya pada jam 14.00 wib, rombongan masyarakat memutuskan istirahat melakukan penggiringan, naasnya ketika rombongan tersebut istirahat kawanan gajah berbalik arah menuju ke lokasi rombongan masyarakat tersebut beristirahat,” ungkapnya.

Mengetahui kawanan gajah tersebut berbalik arah rombongan masyarakat mencoba lari, sialnya salah satu korban terjatuh dan terinjak gajah, melihat kejadian tersebut, satu korban lainnya yang tak lain adik ipar korban pertama berusaha menolong, namun ia juga mengalami cedera setelah terkena belalai gajah lainnya.

BACA JUGA:  Tekab 308 Presisi Polres Pesawaran Ringkus Terduga Pelaku Pencurian

“Untuk itu saat ini kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar TNBBS, apalagi melakukan penggiringan tanpa berkoordinasi dengan Satgas penanganan gajah yang telah dibentuk karena itu akan sangat berbahaya,” ujar Sulki.

Sementara itu Camat BNS Suryanto menambahkan, dengan adanya kejadian tersebut maka pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, dan tidak lagi melakukan upaya penggiringan tanpa pendampingan petugas.

“Ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk tidak nekat melakukan penggiringan tanpa pendampingan petugas, dan tentunya untuk sementara kami imbau masyarakat untuk tidak beraktifitas dulu, mengingat informasinya kawanan gajah masih berada di lokasi tidak jauh dari lahan garapan warga,” pungkasnya. (Hendri)