Sadis! Perampok di Mesuji Tembak Mati Sopir Truk Pengangkut Ayam Potong, Uang Rp 60 Juta Raib

60

HEADLINELAMPUNG, MESUJI– Seorang perampok sadis menembak mati sopir truk pengangkut ayam potong dan membawa kabur uang Rp 60 juta di Mesuji, Lampung, Sabtu (26/12/2020) sekitar pukul 22.00 WIB.

Anggi (22) warga pemukiman Moro-moro, Mesuji meninggal setelah ditembak menggunakan senjata api di bagian paha, di Desa Margojadi Kecamatan Mesuji Timur.

Menurut saksi mata yang merupakan kernet korban, Debi, malam tersebut mereka melakukan rutinitas seperti biasa mengirimkan ayam jenis pedaging kepada agen-agen di wilayah Kecamatan Mesuji Timur.

Namun saat perjalanan pulang, di Desa Margo Jadi, laju mobil mereka berusaha dihentikan pelaku yang mengendarai motor hingga dua kali.

BACA JUGA:  Warga Way Pengubuan Cabuli Bocah Umur 9 Tahun

Oleh karena kondisi yang sepi dan jauh dari pemukinam penduduk, korban tetap memacu mobilnya. Sementara pelaku tetap mengikutinya, hingga dapat mengejar serta menghentikan kendaraan yang dikemudikan korban.

“Saat kami menurunkan ayam, pelaku mendatangi kami dan menanyakan sedang apa,” ujar Debi.

Setelah selesai, tanpa rasa curiga mereka lalu pulang. Namun pelaku mengejar pakai motor.

“Ketika sampai di dekat rumah warga, kami disetop dan sopir saya turun. Namun baru buka pintu, dia ditembak dan pelaku menarik tas berisi uang lalu kabur,” ungkap Debi.

Mendapati rekanya jatuh bersimbah darah, Debi lantas berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar dan korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

BACA JUGA:  Pesta Sabu, Pemilik Bengkel Dibekuk Satresnarkoba Polres Pringsewu

Setelah mendapatkan pertolongan pertama, sesuai arahan pihak medis, korban dirujuk ke Rumah Dakit Puri Husada, Simpang Pematang, Mesuji.

Namun nyawa korban tidak tertolong dan mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit tersebut.

“Pelakunya hanya satu orang,” jelasnya.

Kapolres Mesuji, AKBP Alim menjelaskan saat ini pihaknya sedang mengejar pelsku dan menyeidiki kasus ini.

“Juga sudah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi,” jelasnya kepada Headlinelampung melalui pesan WhatsApp.(Rangga)