Lagi, Nyawa Melayang Akibat Sengketa Lahan di Mesuji, Pemerintah Harus segera Selesaikan soal Batas Wilayah

44

HEADLINELAMPUNG, MESUJI– Pemerintah pusat dan daerah sepertinya harus segera turun tangan mengenai batas wilayah di Kabupaten Mesuji, Lampung.

Sebab, akibat batas wilayah yang tidak jelas, kerap menimbulkan korban jiwa di Mesuji, yang berbatasan dengan Kabupaten OKI, Sumatera Selatan (Sumsel).

Sudah banyak nyawa melayang sia-sia akibat konflik perebutan lahan di Mesuji.

Teranyar, dua kelompok warga kembali berseteru akibat sengketa lahan di Kecamatan Rawajitu Utara, Mesuji, sehingga pecah bentrok yang mengakibatkan Nafi (43) warga Desa Sungai Sidang, Mesuji, meninggal, Selasa (29/12/2020), sekira pukul 14.30 WIB.

Sedangkan Suyitno (47) warga Desa Way Puji, Mesuji, mengalami luka berat setelah sebelumnya dibacok Nafi.

BACA JUGA:  Insan Pers Mesuji Berduka, Wartawan Senior Meninggal Dunia

Kapolres Mesuji, AKBP Alim, mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi antara warga Desa Sungai Sidang dan Way Puji, Kecamatan Rawajitu Utara.

“Ya, akibat bentrok, satu korban meninggal dan satu orang lainnya luka berat,” ujarnya kepada Headlinelampung melalui pesan WhatsApp, Selasa malam.

Menurut kapolres, kronologis kejadian bermula pada Selasa pagi, saat beberapa warga Desa Sungai Sidang menduduki lahan di Desa Way Puji.

“Lalu beberapa warga Desa Way Puji memberitahukan kepada warga Desa Sungai Sidang bahwa lahan tersebut masuk wilayahnya (Desa Way Puji),” jelas Alim.

BACA JUGA:  Polsek Wonosobo Limpahkan Kasus Curas ke Kejari Tanggamus

Namun hal itu tidak diterima warga Desa Sungai Sidang. Salah satu warga Desa Sungai Sidang, Nafi, lalu mengejar warga Desa Way Puji, Suyitno, dengan mengendarai sepeda motor.

Nafi berhasil mengejar Suyitno, lalu membacoknya menggunakan golok, sehingga mengalami luka berat.

Mengetahui tekannya dibacok, arga Desa Way Puji tidak terima. Lalu mereka membalas dengan melakukan aksi pengeroyokan terhadap Nafi, hingga korban mengalami luka cukup parah dan meninggal.

“Untuk menghindari konflik susulan, saat ini Polres Mesuji menyiagakan 60 anggotanya dibantu 10 personel TNI berjaga di lokasi,” terang kapolres. (Rangga)