Jasad Dua Warga Tubaba Lampung Korban Pesawat Sriwijaya Air Jatuh Teridentifikasi

405

HEADLINELAMPUNG, TUBABA – Dua korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh asal Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, kembali terindentifikasi, Senin (25/1/2021).

Kedua korban tersebut yaitu Yohanes, warga RT 04/RW 02 dan Sugiono Efendi warga RT 05/RW 02, Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih, Tubaba.

Dari informasi pesan WhatsApp Kepala Dinas Kominfo Tubaba, Eri Budi Santoso, yang disiarkan di grup WhatsApp Kominfo Tubaba menerangkan, hasil identifikasi Ops DVI Sriwijaya Air SJ182 tertanggal 25 Januari 2021 kembali berhasil mengidentifikasi 4 jenazah.

Dua diantaranya adalah warga kabupaten Tubaba.

“Assalamualaikum warrahmatullohi wabbarakatuh Selamat Sore Bu Direktur, Mohon izin melaporkan hasil identifikasi Ops DVI Sriwijaya SJ 182 Hari Senin Tgl 25 Januari 2021 sebanyak 4 orang sbb:

*1. YOHANES*
Domisili: Kab. Tulang Bawang Barat

*2. SUGIONO EFFENDY*
Domisili: Kab. Tulang Bawang Barat,” tulis pesan WhatsApp yang diteruskan tersebut.

“Info dr Dirjen Dukcapil : 2 korban SJ 182 asal tubaba sdh teridentifikasi, dan sedang diproses Dokumen Kematian, KK dan KTP el Istri masing2 ybs,” tambah dalam pesan tersebut.

BACA JUGA:  Pasien Positif Terinfeksi Virus Corona dari Lampung Utara Bertambah, Total Empat Orang

Untuk diketahui, korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, asal Tubaba sebanyak tiga orang.

Beberapa pekan lalu, korban atas nama Pipit Piyono warga RT 04/RW 02 Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih berhasil teridentifikasi dan jenazahnya telah dimakamkan di TPU tiyuh setempat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang membawa 56 penumpang tujuan Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Pulau Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

Insiden ini juga membawa duka bagi masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).

Pasalnya, tiga warga Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih, Tubaba, turut menjadi korban, dari 56 penumpang pesawat tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari aparatur Tiyuh Toto Makmur, Eko Febrianto, tiga warga asal Lampung yang menjadi penumpang Sriwijaya Air SJ182 merupakan warga Tiyuh Toto Makmur.

Mereka yakni Sugiono Efendi, warga RT 05/RW 02, Yohanes dan Pipit Piyono, keduanya warga RT 04/RW 02.

BACA JUGA:  Cegah Covid-19, Sejumlah Kampung di Negara Batin Way Kanan Semprotkan Disinfektan

“Ketiga warga tersebut menuju Pontianak, Kalimantan Barat, untuk bekerja sebagai buruh bangunan,” ujar Eko, Minggu (10/1/2021).

Mereka berangkat dan berpamitan kepada keluarga pada Jumat, 8 Januari 2021, menuju Bandar Lampung untuk mengurus persyaratan kesehatan, sebagai syarat perjalanan udara menuju Pontianak.

Ketiganya bekerja sebagai buruh bangunan di sebuah proyek.

“Yohanes dan Pipit baru pertama kali, diajak Sugiono yang sudah lama di Pontianak bekerja sebagai buruh bangunan,” jelas Eko.

Keluarga dan aparatur tiyuh/desa belum mendapatkan pemberitahuan dari pihak maskapai maupun instansi terkait.

“Namun berdasarkan informasi, ketiganya merupakan penumpang dalam pesawat Sriwijaya Air tersebut,” kata Eko.

Sugiono sempat melakukan video call dengan istrinya, sebelum naik pesawat, Namun setelah kejadian nomornya sudah tidak aktif lagi.

“Sugiono baru pulang dari Pontianak dan bekerja sebagai kepala tukang. Dia pulang kampung mencari tenaga kerja,” ungkap Eko.

Saat ini, pihak keluarga sedang menunggu kabar kepastian dari pihak terkait. Aparatur tiyuh siap memfasilitasi. (Dra/Holidin/Elan)