Pulang dari Tanggerang, Dua Warga Pesawaran Positif Covid-19

31

HEADLINELAMPUNG, PESAWARAN-Setelah melakukan perjalanan dari Tanggerang, dua warga Kertasana, Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran terpapar Covid-19.

Lakukan Isolasi Mandiri di Rumah, perlu dukungan semua pihak terkait.

Khabar ini di benarkan oleh Kepala Desa Kertasana Irhamsyah, bahwa ada 2 (daua) warga desa kertasana yang terpapar covid-19. Rabu (27/1/21)

Dua orang yang terpapar positif covid-19 Tersebut yaitu Ibu dan anak yang baru saja pulang dari tangerang beberapa waktu lalu.

“Iya benar kalau info dari orang puskesmas kedondong dua orang itu positif terpapar covid – 19, ibu nya berinisial R. Dan nama anaknya saya ga tau,” kata irham.

Saya beserta aparatur desa langsung berkoordinasi dengan warga setempat agar kita dapat memberikan bantuan kepada R yang terpapar covid tersebut.

Lanjut irham, alhamdulillah bantuan dari warga pun berdatangan walaupun alakadarnya, bantuan yang terkumpul tersebut sudah diserahkan pihak keluarga yang terpapar, diantaranya beras 75 kg. Mie instan dan uang senilai 425.000 ribu rupiah.

Saya menghimbau kepada warga desa kertasana agar keluarga ibu R yang saat ini dalam keadaan sehat untuk tidak dikucilkan, dan marilah kita tetap selalu mengedepankan prokes dan menjaga 3 (tiga) M dan 1 (satu) T himbaunya.

BACA JUGA:  Disuntik Vaksin Covid-19, Plh Bupati Lamteng Imbau Masyarakat Jangan Takut

Harapan saya kepada dinas terkait untuk warga kami yang terpapar covid -19 agar dapat dibantu segala sesuatunya, hal itu sangat kami harapkan, tutur Irhamsyah.

Hal senada disampaikan Petugas Surveylen Penyakit Menular, Win trisnawati, SKM.
saat dijumpai di UPT Puskesmas Rawat Inap Kedondong,

” Ya benar Dua orang berinisial R (24) dan anaknya RD (4) saat ini sedang melakukan isolasi mandiri di rumahnya.”

Dipaparkannya, saat kami mendapat Khabar bahwa pada tanggal 14 Januari 2021 R dan anaknya pulang dari Tangerang, kami langsung bergerak dengan menghubungi lewat telpon dan memberikan Edukasi kepada R, dengan menanyakan riwayatnya, dari keterangan R bahwa tetangganya di Tangerang ada yang positif covid – 19. dan saat masih di Tangerang R sudah merasakan gejala batuk, pilek, dan sedikit demam, tepatnya tanggal 7 Januari R mulai merasakan hilang rasa penciumannya, papar win.

Lanjut Win, kami langsung mengambil langkah untuk langsung mengambil tindakan dengan melakukan Swab kepada R dan anaknya RD yang terindikasi mengalami gejala yang sama, pada tanggal 15 Januari kita lakukan Swab dan langsung kita kirim untuk di cek ke Laboratorium, saat hasilnya keluar R dan Anaknya RD dinyatakan positif covid – 19.

BACA JUGA:  Bupati Lamteng Resmikan Pasar KWT Kampung Kutowinangun

Melalui Edukasi kami sarankan agar mau dirujuk ke Rumah Sakit, namun R menolak dan mau melakukan isolasi mandiri karena gejala ringan tidak ada sesak napas, terangnya.

Kami beserta Kepala Desa di dampingi oleh pihak TNI dan Polri langsung koordinasi untuk melakukan penyuluhan kepada aparatur desa dan masyarakat sekitar, untuk bahu membahu membantu R dan anaknya RD yang sedang melakukan isolasi mandiri, dan langkah koperatif Kepala Desa Irhamsyah dengan langsung melakukan Disinfektan di wilayah tersebut.

” Masyarakat dihimbau untuk selalu menjalankan Protkes dan menerapkan 3 (Tiga) M dan 1 (Satu) T serta tidak mengucilkan R dan anaknya RD, agar tidak sampai stres guna menjaga Stabilitas dan Imunitas tubuh dengan selalu makan, makanan bergizi, serta menjaga kekebalan Anti Bodi agar meningkat.”

Masalah Covid – 19 ini bukan hanya menjadi tanggung jawab kesehatan saja melainkan tanggung jawab lintas sektoral dan kita butuh dukungan pihak terkait serta masyarakat guna membantu R dan anaknya RD selama melakukan isolasi mandiri. tegasnya. (Yudhi)