Pelaksana Proyek Jalinsum Rusak di Lampung Utara Lempar Tanggung Jawab

146

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG UTARA – Soal kembali rusaknya ruas jalan lintas Sumatera (Jalinsilum) Soekarno-Hatta di Kabupaten Lampung Utara, pelaksana proyek terkesan lempar tanggung jawab.

Diketahui, beberapa titik di ruas jalan nasional tersebut kembali mengalami kerusakan hingga berlubang.

Padahal baru diperbaiki pada Oktober 2020 lalu. Artinya, belum tiga bulan, jalan tersebut sudah rusak lagi.

Beberapa titik kerusakan itu dapat dilihat dari Tugu Payan Mas hingga depan Gedung DPRD Lampura.

Pelaksana proyek ruas jalinsum tersebut pada 2020, Doni, terkesan melempar tanggung jawab.

Dia mengungkapkan jika sebelumnya pada 2019, perbaikan jalan tersebut dikerjakan PT CSS.

“Untuk lebih jelasnya hubungi Toni (Pelaksana Proyek 2019),” ujarnya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (28/1/2021).

BACA JUGA:  Satgas Covid-19 Lampung Barat Tolak Permintaan DPRD agar Transparan Rilis Data Warga Tertular Corona

Saat disingung perbaikan pada Oktober 2020, Doni mengatakan jika jalinsum itu dikerjakan PT Bumi Lampung Persada (BLP).

“Kalau untuk pemeliharaan tahun 2020 lalu yang mengerjakannya PT BLP,” kata dia.

Namun, ketika akan ditanyakan lebih lanjut, sambungan telepon dengan Doni terputus.

Sementara, Ibnu yang sebelumnya mengaku jika perbaikan jalan tersebut dikerjakannya, mengatakan jika dia hanya sebagai supplier proyek tersebut.

Dia juga mengabarkan kalau kerusakan jalan tersebut akan diperbaiki kembali.

“Satu-dua hari ini jalan itu akan diperbaiki,” kata Ibnu, saat bertemu dengan wartawan media ini bersama seorang kerabatnya, Rabu (28/1/2021) malam.

BACA JUGA:  Sujadi Kunjungi Kantor Bapas Pringsewu

“Saya ini supplier. Perusahan yang punya proyek itu PT CSS, pekerjaan tahun 2019. Saya tidak tahu pagunya berapa. Saat ini masa perawatannya,” ungkap Ibnu.

Saat disinggung mengapa sebelumnya dia mengaku pekerjaan jalinsum itu miliknya, Ibnu mengatakan saat itu sedang dalam kondisi pusing.

“Ya waktu itu lagi pusing,” tukasnya.

Aneh. Kenapa dia sebagai supplier harus pusing dengan pekerjaan yang bulan miliknya dan bukan menjadi tanggung jawabnya.

Selanjutnya, Ibnu memberikan nomor Handphone seseorang yang bernama Doni dengan nomor +6285380***815.

Saat ditanya kapasitas Doni di PT CSS sebagai apa, Ibnu menjawab, sebagai pelaksana.

“Pelaksana kalau tidak salah,” pungkasnya. (Rasul)