Buruh Harian Lepas Curi Motor Karyawan, Ditangkap Satpam PT GPM

25

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Satuan Pengamanan (Satpam) Pos Central PT GPM menangkap seorang buruh karena diduga telah mencuri motor seorang karyawan, saat terparkir di mess.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Seputihmataram Iptu Jepri Siffulah mewakili Kapolres Lamteng, AKBP Popo Ardianto Sunggoro.

Menurut Kapolsek, ditangkapnya HR Alias Hadi (19), seorang buruh tebang Tebu, warga Bedeng TS Baru PT GPM Kampung Mataram Udik, Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (28/01/2021) sekira Pukul 01.30 WIB.

Karena, diduga telah melakukan tindak pidana pencurian kendaraan roda dua alias motor milik Korban Fajar Aditya (24), seorang pekerja di PT GPM Bedeng TS Baru PT GPM Kampung Mataram Udik, Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah.

BACA JUGA:  Pelayanan Adminduk Disdukcapil Sukses, 800 Keping e-KTP Ludes

Aksi pencurian yang dilakukan oleh tersangka Hadi, di mess karyawan diketahui oleh salah seorang tetangga korban.

“Saksi langsung mengontak seluruh Satpam melaporkan bahwa ada pencurian motor. Selanjutnya, Satpam menggunakan HT Handy Talky (HT) menghubungi seluruh pos securty,” jelasnya.

Tak lama jelas Kapolsek, pelaku melintasinya pos dengan mengendarai motor Suzuki Satria TU BE 8369 W, milik korban. Sehingga dengan mudah Satpam mengamankan pelaku.

“Pelaku dan Barang-bukti diamankan oleh securyti, untuk diserahkan ke polisi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Hadiri Sosialisasi Kebugaran Calon Jamaah Haji, Ini Pesan Isteri Bupati Lamteng

Saat di perjalanan tambah Iptu Jepri, korban kaget melihat motornya diangkut security korban belum mengetahui jika motornya telah dicuri oleh penjahat.

“Korban menhentikan mobil security yang mengangkut motor dan pelaku. Korban menanyakan kenapa motornya diangkut,” kata Kapolsek.

Setelah dijelaskan, korban baru tersadar bahwa motornya telah dicuri oleh orang lain.

“Saat ini pelaku dan barang-bukti diamankan di Mapolsek Seputihmataram, guna pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Karena telah melakukan pencurian motor milik orang lain buruh harian lepas dijerat polisi menggunakan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman Tujuh tahun Penjara.(gunawan)