Sekab : Masyarakat Harus Patuhi Prokes Meskipun Sudah Divaksin

21

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Pemkab Lampung Tengah (Lamteng) siap menggelar vaksinasi Covid-19, dengan dibukanya pencanangan oleh Sekab Lamteng atas nama bupati di Puskesmas Gunungsugih, Jumat (29/1/2021).

Menurut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamteng, yang diwakili Hatman, dalam tahap pertama Lamteng, menerima sebanyak 7.920. vaksin covid-19.

Vaksin sinovac tersebut diterima oleh Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto pada Senin (25/01/2021).

“Vaksin tersebut langsung di simpan di Gudang Farmasi dinas kesehatan terlebih dahulu,” jelasnya.

Dari jumlah itu, kata Hatman yang melakukan penyuntikan vaksin ada 45 dari total jumlah tengah pelayanan kesehatan yang disiapkan sebanyak 85. Ada 9 rumah sakit rujukan yang siap melayani vaksin sinovac.

BACA JUGA:  Penghujung Tahun 2020, Tiga Perusahaan Kerjakan Paket Proyek PUPR Lampura

Hatman menambahkan vaksin yang tersedia di Lampung Tengah sebanyak 7.920 dosis. Sasaran vaksin tahap pertama sebanyak 4.490. Dan yang siap mendapatkan vaksin sebanyak 3.960.

Sementara itu, Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto dalam sambutannya yang di bacakan oleh Sekertaris Daerah Nirlan berpesan kepada masyarakat agar tidak lengah meskipun sudah dilakukan vaksinasi.

“Untuk itu masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan, ” jelasnya.

Masyarakat tidak boleh lengah, kata Nirlan, meski sudah dilaksanakan vaksinasi, karena kita tidak tahu kapan pendem ini berahir.

“Kita tidak boleh lengah. Kita tidak tahu selesainya pandemi ini sampai kapan. Ini adalah salah satu ikhtiar kita untuk membentuk kekebalan tubuh,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bupati Lamteng Pimpin Apel Peringatan Harganas ke 27

Selain itu, Nirlan mengatakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, dapat melindungi keluarga dan orang-orang di sekitar kita yang tidak dapat divaksinasi.

Vaksinasi sinovac, bukan saja hanya diberikan kepada Forkupinda, tetap juga diperuntukan bagi sejumlah kepala OPD yang telah lolos skrining awal untuk mendapatkan vaksinasi yang pertama.

Diantaranya dr.Tori dari perwakilan ikatan dokter Indoensia (IDI), Ketua DPRD Sumarsono, Kapolres AKBP. Popon Ardianto Sunggoro, dan Kalapas kelas II b, Gunungsugih Daniel Arif, serta sejumlah unsur Forkompinda lainnya. (Gunawan)