Wujudkan Desa Tangguh Mandiri Program Prioritas Dispar Pesawaran

83

HEADLINELAMPUNG, PESAWARAN-Selaras dengan Salah satu program Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona dalam mewujudkan Desa Tangguh Mandiri menjadi progres dalam program kerja Bidang Destinasi dan Industri Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pesawaran.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi dan Industri Dispar Kabupaten Pesawaran, Yudiana memaparkan, untuk langkah mewujudkan harapan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona dalam melaksanakan program dari terpilih kembali menjadi Bupati untuk Periode Ke- Dua.

Dalam progres tahun 2021 untuk mewujudkan dan menjadikan Desa Tangguh dan Mandiri sebagai salah satu prioritas dalam kepemimpinannya, Oxpord ini salah satu Program yang menjadi Skala prioritas dalam bidang pariwisata di kabupaten Pesawaran, saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (29/1/21).

Menurutnya, langkah-langkah yang dijalankan oleh Bidang Destinasi Dinas Pariwisata, salah satunya dengan menjadikan Desa-Desa Wisata sebagai perioritas, seiring dengan SK Bupati yang telah dilahirkan sebanyak 50 (Lima Puluh) SK Desa Wisata, dan sudah berjalan dari tahun 2018 akhir, dan sampai saat ini masih dalam progres, dengan tahap awal memperioritaskan 10 (Sepuluh) desa wisata unggulan, serta dari 40 (empat puluh) desa lainnya ini dapat terus bergerak sesuai dengan harapan kami dari Dinas Pariwisata dan harapan pak Bupati, agar terus bertambah desa desa wisata lainnya selain dari lima puluh desa yang sudah di SK kan, dengan masing – masing keunggulannya baik dari alamnya, kerajinannya, atau sektor industrinya, ujarnya.

BACA JUGA:  Bupati Lamteng Hadiri Paripurna Persetujuan Perubahan APBD 2020

Yudi menegaskan, semua itu tidak dapat berjalan sendiri atas nama Dinas Pariwisata

“Harus dengan OPD terkait untuk dapat mewujudkan dan menjadikan pembangunan desa wisata ini, agar menjadi desa yang tangguh dan mandiri dari sektor wisata, OPD terkait seperti Dinas PU, PMD, BAPPEDA, UMKM, dan Dinas KOPERINDAG.”

Sementara ini bidang destinasi sedang mengakumulasi dan menginvestalisir dari lima puluh desa ini yang menjadi indikatornya, harus ada 3 A yakni, Atraksi, Aksebilitas, Amenitas, itu yang akan menjadi progres bidang destinasi sebagai indikator desa – desa wisata tersebut, tegasnya.

Lebih lanjut Yudi menjelaskan, untuk merumuskan sepuluh desa wisata unggulan akan ditentukan dalam pertemuan rapat dengan lima puluh desa yang masuk dalam SK Bupati dengan di hadirkan dari unsur Camat, Kepala Desa, BUMDES, Pokdarwis, dan setelah pertemuan rapat tersebut akan di rumuskan Sepuluh desa wisata yang menjadi prioritas unggulan ini, dengan segala kelengkapan yang ada, dan itu mungkin akan dilihat dari perkembangan hasil rapat yang sudah di koordinasikan dengan pak Bupati kapan jadwal waktunya, ungkapnya.

BACA JUGA:  Polsek Seputihraman Bekuk Pengguna dan Bandar Narkoba

“Saya berharap selain dari lima puluh desa ini jangan berkecil hati, bagi desa – desa yang tidak memiliki atraksi alam, karena masih ada potensi lain seperti sektor kerajinan, ekonomi kreatifnya yang akan menjadikan ikon desa sebagai unggulan di wilayah Kabupaten pesawaran ini.

“Secara utuh kabupaten pesawaran ini posisinya memiliki potensi alam yang sangat luar biasa bahkan unggul di provinsi Lampung khususnya dan mudah-mudahan bisa menjadi kekayaan potensi wisata nasional dan internasional sesuai dengan harapan pak Bupati.”

Dan juga sesuai dengan perkembangan arahan kementerian pariwisata dalam mewujudkan pariwisata dan perbaikan ekonomi pasca Covid-19 dengan selalu menerapkan Protkes dengan menjalankan 3M dan 1T selaras dengan harapan Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran melalui Bidang Destinasi dan Industri, tutup Yudi. (Yudhi)