Program 1.000 Ekor Sapi di Lampung Atasi Kelangkaan Jelang Lebaran

13

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Pada akhir tahun 2020, kelompok tani di Provinsi Lampung mendapatkan program 1.000 ekor sapi dari Kementerian Pertanian dalam program pengembangan seribu desa.

Hingga saat ini, program tersebut telah diterima oleh kelompok tani sebanyak 537 ekor sapi.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Marwati, mengatakan, penyaluran program 1.000 ekor sapi tersebut diperkirakan rampung pada Februari 2021.

“Dari lima kelompok tani, sapi yang telah masuk ke peternakan sebanyak 537 ekor, yang didistribusikan ke empat kelompok tani,” kata dia kepada awak media, Minggu (31/1/2021).

Lili menjelaskan, penerima tersebut mendapatkan sejumlah 200 ekor sapi untuk kelompok Barokah Jaya.

Dari 200 ekor tersebut, 100 ekor sapi bakalan dan 100 ekor sapi indukan.

BACA JUGA:  Persiapan New Normal, Diskes Lampung Akan Rapid Test Massal di Empat Daerah

Kemudian untuk kelompok Sukamaju II sebanyak 69 ekor indukan dan 64 bakalan, sehingga total 133 ekor sapi

“Selanjutnya, kelompok Sudimakmur III mendapatkan sebanyak 79 ekor sapi yang terbagi dari 63 sapi indukan 63 dan bakalan 16 ekor, lalu kelompok Sumber Rezeki mendapatkan sapi indukan 100 ekor dan bakalan 62 ekor total 163 sapi,” paparnya

Kemudian, Lili juga menjelaskan, saat ini masih ada satu kelompok tani yang belum mendapatkan sapi, yakni kelompok Bumi Asih Sejahtera.

Maka dari itu pihaknya masih terus berusaha memenuhi kekurangan sapi tersebut.

Selain itu, ia juga menegaskan sapi-sapi indukan yang telah masuk di kandang kelompok tani telah dilakukan Inseminasi Buatan (IB).

BACA JUGA:  6 Januari Tarif Tol Terbanggi Besar-Pematang Sudah Berbayar, Berikut Tarifnya

“Dari empat kelompok tani yang telah mendapatkan sapi telah melakukan IB kepada sapi tersebut, yaitu kelompok Barokah Jaya 44 ekor indukan sudah di IB, Sumber Rezeki 11 ekor indukan telah di IB, dan Sudi Makmur III 17 ekor indukan sudah di IB,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan pengembangan seribu desa sapi ini terdiri dari budidaya, pengembangan biakan, dan pengembukan.

Dengan adanya pengembangan bisa untuk mengatasi kelangkaan sapi saat menjelang lebaran, hari raya Idul Fitri mendatang

“Nanti di bulan Mei kita panen sapi penggemukan. Jadi nanti ada 500 sapi yang siap jual. Artinya, kita lebaran tidak akan kekurangan sapi,” ungkap Lili. (Sandi)