Langgar Prokes, Satpol PP Pemprov Lampung Tutup Sementara Empat Tempat Usaha di Balam

153

HEADLINELAMPUNG BANDAR LAMPUNG – Anggota Satpol PP Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menutup sementara empat tempat usaha yang ada di Kota Bandar Lampung (Balam).

Itu dilakukan karena keempat tempat usaha tersebut tidak mematuhi peraturan daerah tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan protokol kesehatan (Prokes) yang telah ditetapkan.

Hal itu diungkapkan Kepala Satpol PP Provinsi Lampung M. Zulkarnain, Selasa (2/2/2021).

“Empat tempat usaha tersebut semuanya dari ibu kota Provinsi Lampung, yaitu Kota Bandar Lampung,” kata dia.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid) 2019 dan Surat Perintah Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung Nomor 300/119/V.06/ 2021 tanggal 29 Januari 2021.

BACA JUGA:  Enam Warga Bandar Lampung Meninggal karena Covid-19, Positif Bertambah 60 Orang

“Pada Jumat, 29 Januari 2021, kami melaksanakan sidak protokol kesehatan yang dimulai dari pukul 19.30 WIB hingga 00.30 WIB,” jelas Zulkarnain.

Dari hasil sidak, ditemukan empat tempat usaha yang tidak patuh terhadap peraturan daerah terkait protokol kesehatan, sehingga diberi sanksi pembubaran kegiatan.

Zulkarnain menjelaskan, keempat tempat usaha tersebut yakni Roti Bakar Jamil di jalan Teuku Umar Kedaton milik Deni Nur Iman, Gultik atas nama Roy Hanapi di Kedaton, Pecel Lele di jalan ZA Pagar Alam milik Rizkita Guslian dan Yu One Milk Wayhalim milik Sherlina Widya.

BACA JUGA:  Gubernur Lampung Sanksi Tegas ASN ke Luar Daerah saat Wabah Covid-19

Dalam konteks pelanggaran tersebut rata-rata yang dilakukan tempat usaha yakni membuka usaha tidak sesuai dengan jam operasi yang telah ditetapkan dan tidak mematuhi protokol kesehatan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

“Batas operasional tempat usaha sampai pukul 00.00 WIB. Tetapi untuk tempat makan, warung lesehan dan rumah makan, tidak boleh melayani makan di tempat tapi pembelian secara dibungkus atau melalui delivery order,” terang Zulkarnain.

Sedangkan untuk pasar modern harus tutup pada pukul 19.00 WIB.

“Jika melanggar jam operasional maka diberikan sanksi pembubaran kegiatan oleh petugas yang melakukan sidak,” kata Zulkarnain. (Sandi)