Satlantas Polresta Bandar Lampung Siap Bubarkan Paksa Aksi ‘Sunmori’, Kasatlantas: Bila Perlu Ditilang

16

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Aksi bersama-sama mengendarai kendaraan khususnya roda dua atau sepeda motor yang marak di kota-kota besar, tidak terkecuali di Bandar Lampung, banyak menuai protes masyarakat.

Hal tersebut meski dilakukan dengan cara santuy — istilah bahasa anak muda saat ini yang berarti santai — namun keberadaan yang dikenal dengan Sunmori atau Sunday morning ride (berkendara di hari Minggu pagi) tak jarang memacu kendaraan bermotor mereka dengan kencang dan berkemungkinan besar membahayakan pengendara lain.

Tidak hanya itu, diketahui dengan komunitas kendaraan yang banyak menjadikan arogansi berkendara di jalan raya, sehingga aktivitas ini banyak mengganggu pengendara lain di jalan raya

BACA JUGA:  Update Covid-19 Kota Bandar Lampung per Kecamatan, Simak

Meski di Bandar Lampung belum ditemukan kecelakaan akibat konvoi kendaraan yang dapat menimbulkan korban di kalangan para warga, masyarakat dan polisi yang jengah pun sudah mulai mengambil tindakan represif.

Gerak cepat anggota Satlantas Polresta Bandar Lampung menanggapi kegiatan Sunmori melalui upaya persuasif, dengan memanggil seluruh komunitas klub motor untuk membuat komitmen bersama di tengah Pandemi Covid-19.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polresta Bandar Lampung AKP Rafli Yusuf Nugraha, di sela sela sosialisasi pada penerapan ETLE di Mapolresta Bandar Lampung, Senin (1/2/2021).

BACA JUGA:  Ingatkan Warganya, Wali Kota Bandar Lampung Kembali Sidak Masker

Tindakan tegas juga diambil sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.

“Setelah penyampaian pemberitahuan ini, Kami meminta para komunitas kendaraan yang tergabung dalam klub motor atau dengan istilah ‘Sunmori’, untuk tidak melakukan kegiatan serupa,” kata Rafli, dalam rilis yang diterima Headlinelampung, Selasa (2/2/2021).

Melalui personel lalulintas yang ada, jajaran Satlantas Polresta Bandar Lampung akan bertindak tegas dengan melakukan pembubaran paksa. Bahkan jika diperlukan tindakan tilang di tempat. (*/Sandi)