Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Wartawan di Lampung Utara, Korban Minta Tersangka Dijerat Pasal Berlapis

213

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG UTARA – Seorang jurnalis televisi nasional di Lampung Utara (Lampura) dianiaya saat meliput pertandingan sepak bola, Agustus 2020 silam.

Setelah lima bulan berlalu, kasus yang sudah dililimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kotabumi, Lampung Utara tersebut kini memasuki tahap rekonstruksi, Rabu (03/02/2021).

Adegan rekonstruksi tersebut diikuti korbsn, Ardhi Yoehaba, jurnalis televisi masional Indosiar/SCTV dan tersangka, Juanda Basri, di tempat kejadian perkara (TKP), Stadion Sukung, Kotabumi, Lampung Utara.

Dalam rekonstruksi tersebut, sebanyak 26 adegan dilakukan, disaksikan aparat hukum dari Polres Lampung Utara, Kejari Kotabumi dan beberapa saksi.

Dari 26 adegan, ada beberapa adegan inti yang dilakukan. Seperti saat perampasan kamera dan pemukulan terhadap Ardhi Yoehaba oleh Juanda Basri.

Kanit Pidum Polres Lampung Utara Ipda M.Anton Prabowo mengungkapkan tersangka Juanda Basri dikenakan pasal 351 ayat 1, dan untuk pengenaan pasal selanjutnya akan terlebih dahulu dilakukan pengkajian lebih lanjut.

BACA JUGA:  Polsek Pulau Panggung Tanggamus Tangkap Pencuri Motor

“Untuk dikenakan pasal berlapis atau tidak, maka kita akan lakukan kajian lebih dalam lagi,” ujarnya.

Sementara menurut Ardhi, saat rekonstruksi ada beberapa adegan yang tidak sesuai dengan kejadian, karena tersangka kurang kooperatif untuk melerai permasalahan.

Korban juga berharap agar tersangka dikenakan pasal berlapis, karena kerja jurnalis dilindungi Undang-Undang Pers dan ada hak untuk melakukan liputan.

“Ternyata yang dikenakan hanya pasal 351 KUHP. Saya berharap agar pelaku dikenakan pasal berlapis,”kata Ardhi.

Dia juga meminta agar pengkajian perkara tersebut berjalan lancar, sehingga tersangka dapat terbukti bersalah dan diadili dengan pasal dan hukuman yang sesuai.

Dianiaya

Diketahui, aksi kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik kembali terjadi

BACA JUGA:  Polsek Gunungsugih Bekuk Pelaku Penggelapan Motor

Kali ini dialami wartawan televisi nasional biro Lampung, Ardi Yoehaba, Jumat, 28 Agustus 2020 silam.

Saat itu, Ardhi hendak mengklarifikasi soal kericuhan pertandingan sepak bola Piala Bupati Cup, di Stadion Sukung, Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, yang menyebabkan salah satu klub didiskualifikasi.

Namun, saat akan wawancara, Ardhi mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum panitia.

Selain dihalangi-halangi meliput, kamera Ardhi juga dirampas.

Parahnya lagi, Ardhi juga dipukul di bagian wajah hingga mengalami luka memar di pelipis kanan.

Belakangan diketahui pelaku kekerasan adalah ketua panitia pertandingan, Juanda Basri.

Ardhi lalu melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polres Lampung Utara. Kendati telah berstatus tersangka, namun Juanda Basri tidak ditahan. Kasus tersebut kini sudah dilimpahkan ke Kejari Kotabumi dengan status P19. (*/Rasul)