Tilang Elektronik di Bandar Lampung Efektif Maret 2021, Ini Lima Lokasi Kamera Tilang dan 11 Kamera Pemantau

88

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, telah mencanangkan penerapan penegakan aturan lalu lintas berbasis elektronik dalam waktu dekat di seluruh Indonesia.

Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo menyampaikan program uji coba electronic traffic lawcement (ETLE) dan akan meniadakan tilang lalu lintas secara konvensional.

Peran Polantas nantinya di jalan hanya fokus pembantuan lalu lintas. Sementara proses penilangan bagi pengendara yang melanggar dilakukan secara otomatis melalui electronic traffic lawcement (ETLE).  

“Cara kerja sistem ETLE ini yakni merekam pelangggar lalu lintas dengan sejumlah kamera beresolusi tinggi yang terkenal, khususnya sepanjang jalan protokol.

Lalu, bukti foto tersebut terbukti sebagai bukti bukti. Sistem ETLE Selanjutnya akan mengirimkan surat tilang ke alamat pelanggar berdasarkan data sesuai plat nomor kendaraan pelanggar. 

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Bandarlampung, Akp Rafli Yusuf Nugraha menambahkan bahwa ETLE baru akan diujicobakan di Bandar Lampung, sedangkan sistem tersebut efektif akhir Februari melalui pelaksanaan pada 17 Maret 2021.

“Satlantas Bandar lampung setidaknya telah memiliki 5 ( lima ) kamera tilang serta 11 (sebelas) kamera pemantauan,” kata Rafli kepada Headlinelampung, Jumat (5/2/2021).

BACA JUGA:  Pergoki Sekelompok Orang Rusak Baliho Rycko-Jos, Driver Ojol di Bandar Lampung Dipukuli

Lantas, bagaimana cara menginstal elektronik dan proses persidangannya bagi pelanggar lalu lintas?
Tilang secara elektronik sudah diatur UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). 

Dalam Pasal 272 ayat (1) UU LLAJ menyebutkan untuk mendukung kegiatan penindakan di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dapat digunakan peralatan elektronik”. Ayat (2) -nya menyebutkan “Hasil penggunaan peralatan elektronik yang dimaksud pada ayat (1) dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan.”

Diketahui jika pengendara melakukan pelanggaran lalulintas saat melintasi di lokasi kamera, maka gambarnya akan tertangkap kamera ETLE yang memiliki Resolusi Tinggi.

Gambar tersebut bagi pelanggar akan dikirimkan surat tilang ke kediamannya melalui PT Pos Indonesia.
Dan pelanggar diberi waktu lima hari untuk melakukan konfirmasi, baik melalui website maupun datang langsung ke Mapolresta. Usai konfirmasi, pengendara diberi waktu maksimal tujuh hari untuk membayar denda tilang secara elektronik, melalui BRI Virtual Account (Briva).

Sangsi yang lebih tegas lagi adalah bagi pelanggar tidak membayar tilang, maka STNK kendaraan akan diblokir dan tidak bisa membayar pajak kendaraan, dan dapat di pastikan Kendaraan yang tak bayar pajak dinyatakan bodong,” tegasnya

BACA JUGA:  Soal Kenaikan UMK Bandar Lampung 2021, Disnaker Provinsi: Belum Ada Kesepakatan

Sementara jika ditemukan kendaraan yang dijual ke orang lain, tetapi masih menggunakan data lama, maka penyangkalan dari penerima surat tilang bisa dilakukan pada masa konfirmasi, ” terangnya. (Ayu)

Berikut lima lokasi kamera tilang dan 11 Kamera Pemantauan :

1. Jalan Sultan Agung Simpang TL Kimaja (arah flyover Kimaja)

2. Jalan Cut Nyak Dien Simpang TL Tamin (arah Agus Salim Bawah)

3. Jalan Pattimura TL Begadang Resto (arah Jalan Pattimura)

4. Jalan ZA Pagar Alam JPO UBL (dari dua Arah)

5. Jalan Kartini JPO Garuda.

Ini 11 kamera pemantau

1. Jalan Imam Bonjol (flyover Kemiling)

2. Jalan ZA Pagar Alam (Tugu Raden Intan)

3. Jalan Ryacudu (simpang Airan)

4. Jalan RE. Martadinata (Simpang Sukamaju)

5. Jalan Soekarno Hatta – Simpang Jl T Ambon

6. Bundaran Tugu Adipura

7. Jalan Wolter Monginsidi (TL Gubernur)

8. Jalan Malahayati (simpang Bank BCA)

9. Jalan Sudirman (flyover Pahoman)

10. Jalan Raden Imba Kusuma (Tugu Durian)

11. TTC Mapolresta Bandarampung