Bupati Lampung Barat dan Forkopimda Divaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

16

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT – Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus dan forkopimda divaksinasi Covid-19) tahap kedua, di Puskesmas Rawat Inap (PRI) Liwa.

Pelaksanaan vaksinasi dosis kedua tersebut diikuti Ketua DPRD Lambar Edi Novial, Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, Dandim 0422 Lambar Letkol CZI Benni Setiawan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jafar Sodiq, dan ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Abdul Rosyid.

Sebelum penyuntikan vaksin dilakukan, Parosil beserta sejumlah pejabat Forkopimda terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan screening, untuk diketahui adanya keluhan atau tidak setelah dilakukan vaksinasi tahap pertama yang sudah dilakukan sebelumnya.

BACA JUGA:  Gubernur Lampung: Tubaba Akan Saya Bantu, Asal Bupatinya Sejuk kepada Saya

Setelah melakukan screening dan dinyatakan aman, para unsur Forkopimda kemudian melaksanakan penyuntikan vaksin.

Usai melaksanakan vaksin, Parosil Mabsus mengungkapkan, reaksi yang ditimbulkan setelah dilakukan vaksin hanya merasa sedikit mengantuk. Tetapi menurutnya itu hal wajar, yang terpenting adalah sehat.

“Setelah divaksin sedikit mengantuk, tetapi tidak apa-apa, hal yang wajar sebagai reaksi obat, terpenting intinya sehat, dijamin aman dan halal,” ungkapnya.

Vaksinasi dosis kedua ini kata Parosil untuk memperkuat imun tubuh setelah dilakukan vaksinasi tahap pertama pada 1 Februari lalu, untuk itu Ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir ataupun takut dengan vaksin, karena vaksin itu dinyatakan aman dan halal.

BACA JUGA:  Pemkab Pringsewu Apresiasi Pekon Transparansi Data Penerima Bantuan

“Pemerintah juga telah menjamin bahwa vaksin yang digunakan sesuai dengan standar keamanan dan melewati uji klinik yang ketat. Untuk masyarakat jangan khawatir ataupun takut karena vaksin ini aman dan halal untuk menjaga daya tahan tubuh dari covid-19,” imbaunya.

Dirinya juga mengatakan, untuk jadwal vaksinasi tahap tiga belum diketahui, namun Ia memprediksikan tidak terlalu lama, yaitu kisaran antara akhir Februari hingga awal Maret mendatang.

“Untuk vaksin tahap tiga belum dapat informasi, mungkin tak terlalu lama, diperkirakan akhir Februari atau awal Maret,” pungkasnya. (Hendri)