Masa Jabatan Berakhir, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto Pamit

42

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Loekman Djoyosoemarto secara resmi berpamitan untuk menyelesaikan masa tugasnya yang akan berakhir pada 17 Februari 2021 mendatang.

Selain berpamitan, Loekman berpesan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Lamteng agar bekerja sesuai tupoksi masing-masing.

Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto menggelar pisah sambut dengan seluruh Kepala OPD di Omah Beguwai Jejamo Wawai, jalan lingkar barat, Kampung Bumimas, Terbanggibesar, Senin (15/2/2021).

Kepada seluruh Kepala OPD, Loekman berpamitan dan mengucapkan terima kasih atas dukungannya.

Ia mengatakan, keberhasilan yang dicapai selama ini adalah berkat kerja keras bersama.

BACA JUGA:  Wabup Pringsewu Ingatkan Kecamatan Gadingrejo Urutan Pertama Kasus DBD

“Saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama ini. Saya mohon pamit,” jelasnya.

Menurut Loekman, prestasi dan kemajuan yang dicapai selama ini adalah hasil kerja keras bersama.

Tetaplah bekerja dengan baik pesan Loekman, sesuai dengan tupoksi, dan jangan takut selama dijalan yang benar.

“Tetaplah bekerja dengan baik, sesuai tupoksi. Jangan takut selama apa yang kalian jalankan benar,” terangnya.

Selama menjabat sebagai bupati, Loekman menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan. Saya yakin dan percaya jika pekerjaan yang sudah dilakukan dianggap baik, pemerintahan yang akan datang akan melanjutkan pekerjaan itu. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Legislator PDI Perjuangan Langgar Kode Etik, Ini Keputusan BK DPRD Pringsewu

Untuk itu, Loekman meminta dibukakan pintu maaf jika ada kekurangan dan kesalahan selama dalam menjalankan tugasnya sebagai bupati.

“Kekeliruan adalah tanda bahwa telah berbuat. Hanya orang yang tidak berbuat apa-apa yang tidak pernah membuat kesalahan,” tegasnya.

Mohon maaf lanjut Lokeman, atas setiap kekurangan baik disengaja maupun tidak dalam bentuk kebijakan, ucapan, dan tingkah laku. “Saya mohon dibukakan pintu maaf,” pungkasnya. (Gunawan)