Akibat Pembukaan Lahan Pertanian Berlebihan, Sungai dan Rawa di Tubaba Abrasi

124

HEADLINELAMPUNG, TUBABA – Pembukaan lahan pertanian yang berlebihan di sepanjang sungai Way Kiri dan rawa-rawa di Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengakibatkan abrasi atau pengikisan tebing sepanjang aliran sungai tersebut.

Khususnya aliran sungai yang melintasi kampung-kampung tua di Tubaba seperti Tiyuh Panaragan, Gunung Katun, Gedung Ratu, Penumangan, Karta, Pagar Dewa dan lainnya.

Selain abrasi, juga menghilangnya ekosistem alami yang hidup di pingir atau di dalam sungai dan rawa tersebut.

Misalnya tanaman asli rawa yang juga merupakan tempat tinggal alami hewan liar seperti Burung Rawa, Monyet, ular rawa, ikan dan beberapa spesies lainnya.

BACA JUGA:  Wabup Pringsewu Lepas Pramuka Peduli Cegah Covid-19

Sayangnya, hal ini sudah terjadi cukup lama dan belum ada solusi dari berbagai pihak guna mengatasi hal tersebut.

Padahal dampak bencana yang ditimbulkan akan lebih besar dan sangat merugikan.

Seperti dikeluhkan salah satu nelayan Tiyuh Gedung Ratu Murni. Menurutnya saat ini sangat sulit mencari ikan, karena sungai yang sudah dangkal, tidak seperti dulu lagi yang cukup dalam,

“Dangkalnya sungai dan rawa ini diakibatkan longsornya tanah dipingirannya yang masuk kesungai dan rawa sehinga sugai dan rawanya menjadi dangkal,semua ini terjadi karena banyak kayu dan tanaman lainya di tebang dan lahan nya menjadi gundul,” ujar Apak, Rabu (17/02/2021).

BACA JUGA:  Silaturahmi ke Akbar Tanjung, Hipni Ungkapkan Project Film Perjalanan HMI

Dangkalnya sungai dan rawa tersebut berdampak menganggu ekosistem yang ada di sungai dan rawa. Ikan susah untuk berkembang biak, bahkan sudah ada ikan yang asli ikan sungai batang ari ini sudah punah.

“Lihat saja sekarang ikan yang asli ikan batang ari ini sudah sangat jarang kita temui seperti jelabat,belida,dan beberapa ikan lainnya juga,jadi saya harap pemerintah daerah bisa benar-benar memperhatikan hal ini dan mencari solusinya,” pungkasnya. (Holidin/Elan)