Bupati Dendi Kunjungi Aldi Saputra Warga Bernung Penderita Riketsia

16

HEADLINELAMPUNG, PESAWARAN-Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona menyempatkan diri untuk mengunjungi masyarakatnya yang menderita penyakit langka, pada hari terakhir menjabat sebagai Bupati Pesawaran Periode 2016- 2021. Rabu (17/2/21)

Pasien tersebut adalah Aldi Saputra (14) warga Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan yang didiagnosa mengidap Riketsia atau merupakan penyakit kelainan tulang, sehingga menyebabkan pertumbuhan tulang dan kalsiumnya tidak sempurna dan mengalami gangguan.

“Saya baru dapat informasi bahwa di Kabupaten Pesawaran ada warga kita yaitu Aldi Saputra (14) warga Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan yang mengidap penyakit langka yaitu Riketsia, saya juga baru tahu penyakit ini ada di Kabupaten Pesawaran,” ungkap Dendi.

Menurutnya, penyakit tersebut tergolong langka untuk di Indonesia. “Secara fisik adik Aldi ini memang terganggu, tapi mental dan pikirannya sama dengan anak seusianya, jadi yang terganggu ini pertumbuhan tulangnya. Nah ini merupakan satu-satunya kasus yang ada di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.

BACA JUGA:  Rakor soal Lanud Gatsu, Pemkab Way Kanan Tegaskan Persiapan Penerbangan Sudah 100 Persen

Dijelaskannya, sejauh ini Pemkab Pesawaran memang sudah memberikan perhatian kepada pasien tersebut, namun kondisi mengharuskan pasien itu mendapatkan penanganan yang lebih baik.

“Kami tadi berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan dan juga beberapa petugas medis bersama-sama mencari referensi untuk pengobatannya, yang pasti pasien ini juga sudah kita tangani melalui Puskesmas Bernung, dimana selama ini juga didampingi apabila terjadi keluhan, serta sudah pernah juga kami rujuk ke Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin dan memang disarankan untuk berobat keluar negeri yaitu Singapura,” ujar Bupati.

Karena menurutnya, untuk di Indonesia belum ada rumah sakit yang menangani penyakit ini secara spesifik, maka dari itu untuk sementara ini kita berikan obat penunjangnya saja seperti vitamin D, Kalsium dan Fosfor. Tapi memang karena bakterinya sudah menyebar dan mengganas makanya dukungan obat tadi dirasa belum mumpuni untuk mengatasi penyakit tersebut.

BACA JUGA:  Operasi Yustisi Penertiban Disiplin Prokes di Pesawarsn Sasar Acara Pernikahan

Oleh sebab itu, ia meminta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran untuk bisa mencari solusi pengobatannya.

“Kita masih cari referensi penanganannya di Indonesia, jika ada tentunya akan kita rujuk, tapi kalau harus ke Luar negeri, ya kami harus minta dukungan Pemerintah pusat, terutama Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait, karena lintasnya sudah antar negara, kalau untuk mobilisasinya saja mungkin Pemkab Pesawaran sanggup tapi untuk disana pengobatannya seperti apa, karena di Singapura tidak bisa menggunakan BPJS,”

Dan yang lebih penting juga kondisi pasien harus dipastikan kuat, tadi kita lihat bersama pasien ini untuk duduk saja dan bergerak tidak bisa, harus dibantu orang lain. Tapi yang pasti saya juga sudah minta Dinkes Pesawaran untuk segera mencari referensi rumah sakit di Indonesia yang bisa menangani, setidaknya menghentikan penyebaran Penyakit di badan pasien ini. ucap Dendi. (Yudhi)