Anggota PKD Gedongtataan Sampaikan Pengaduan ke DPRD Pesawaran

74

HEADLINELAMPUNG, PESAWARAN-Perwakilan Anggota Pengawas Kelurahan/Desa (PKD), di Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaean resmi layangkan surat pengaduan kepada Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran, terkait kisruh honor terakhir PKD yang berujung diblokirnya rekening PKD oleh oknum Bawaslu setempat.

Dijumpai setelah menyerahkan laporan Burhanudin perwakilan anggota PKD Desa Karang Anyar Kecamatan Gedong Tataan, di Kantor DPRD.

“Saya mengharapkan, anggota dewan bisa membantu kami PKD dalam kasus honor yang terakhir yang diblokir dan diminta untuk dikembalikan, karena alasan kami kuat sedangkan mereka menariknya tanpa alasan,” kata Burhanudin, Senin (22/2/21).

Menurutnya, Dalam surat edaran Bawaslu RI,No surat Bawaslu RI 0357/Bawaslu/PR.001/X11/2020,” bahwa Panwaslu Kelurahan Desa masa kerjanya sampai bulan Januari 2021, jika tidak ada tuntutan, itu landasan dasar kami, ucapnya.

BACA JUGA:  Pemerintahan Desa Kedaton Satu Lamtim Sosialisasi Sensus Penduduk Online

burhan menambakan, ” ya jika laporan kami ke dewan kira – kira tidak ada tindak lanjutnya mungkin semua PKD akan ke ranah yang diatasnya, misalnya ke polres atau ke kejari kira – kira seperti itu,” tutupnya

Ditempat yang sama, Hendri kasubag rumah tangga yang menanggapi laporan tersebut mengatakan,

“Iya hari ini segera disampaikan, jadi suratnya kita terima dibagian umum setelah kita terima kita disposisikan nanti langsung diserahkan kebawah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkab Tanggamus Lakukan Vicon Evaluasi SAKIP dengan Menpan-RB

Sementara Ketua Dewan Suprapto saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon selulernya menanggapi,

“ya kalau sepengertian saya sih, kalau sekarang ini kan semua keuangan ini kan sistem, termasuk dewan juga semua masih terhutang belum ada yang dibayar,”

Karena mengklirkan keuangan ini kan melalui sistem dan semua sistem ini memang belum paham semua makanya terlambat.

“Mengenai surat yang dilayangkan saya belum tau lah ya isi suratnya, besok saya baca dulu lengkapnya surat itu seperti apa,” tutup Suprapto. (Yudhi)