Umar Ahmad Akan Luncurkan Program Petani Tersenyum

135

HEADLINELAMPUNG, TUBABA-Anjloknya harga komoditi tanaman singkong, membuat Ketua HKTI Provinsi Lampung Umar Ahmad akan menerapkan program petani tersenyum sebagai alternatif pengelolaan komoditi pertanian singkong untuk diolah menjadi tepung tapioka yang akan menjadikan nilai jual para petani menjadi stabil.

Rencananya, program tersebut akan segera diluncurkan di kabupaten Tulangbawang Barat.

Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) ini mengatakan, program itu akan diteliti dan dikaji terlebih dahulu di Kabupaten Tubaba.

“Kabupaten Tubaba telah mendatangkan pakar-pakar pertanian dari Bogor untuk memberi edukasi pada masyarakat tentang bagaimana cara mengolah komoditi singkong agar tidak merugi dengan anjloknya harga singkong saat ini,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (23/03/2021).

BACA JUGA:  Bupati Way Kanan Sambangi Sejumlah Puskesmas, Cek Kesiapan-Beri Support Tenaga Medis

Untuk lebih jelas soal tehnik program silakan nanti hubungi dinas Pertanian yang menjadi pelaksana program itu.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Pertanian Tubaba, Syamsul Komar didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultural Kabupaten Yayit Zamhuri menjelaskan, pelatihan pengolahan singkong menjadi tepung tapioka telah dilaksanakan di salah satu kecamatan.

“Pelatihan pada masyarakat petani singkong ini telah di mulai di kecamatan Gunung Agung yang kita kumpulkan para kelompok tani disana dan diberi pelatihan pengelolaan singkong agar bisa memiiki nilai jual yang baik dan masyarakat petani singkong tidak merasa resah yang selaras dengan ide Bupati Umar Ahmad yang juga telah menjadi ketua HKTI propinsi Lampung,” jelasnya.

BACA JUGA:  Masyarakat Mesuji Diizinkan Gelar Hajatan dengan Protokol Kesehatan

Yayit juga menambahkan, selain petani singkong ada juga pembekalan yang akan diberikan para petani kebun karet.

“Bagaimana cara mengolahnya hingga didapatkan getah karet yang berkualitas, hingga harga di Kabupaten Tubaba berkualitas tinggi dan harga yang kompetitif di pasaran,” imbuhnya.

Dia menuturkan, Program Bupati Umar Ahmad ini rencananya akan di ujicoba di Kecamatan yang banyak petani singkong.

“Sementara ini baru melibatkan Gapoktan di tiyuh-tiyuh setempat dan akan bersinergi dengan aparat aparat tiyuh yang daerahnya memiliki banyak potensi petani singkong dan kebun Karet,” pungkasnya. (*/Holidin/Elan)