KWT Melati Lampung Barat Kembali Dapatkan Aliran Dana Rp600 Juta

22
Sugeng Raharjo.

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT-Tahun ini, Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Pekon Tribudi Sukur, Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat (Lambar), kembali mendapatkan aliran dana dari Program Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lambar, Sugeng Raharjo didampingi Kabid Industri Selamat Riadi, Senin (29/3/2021).

Dikatakannya, program dengan sasaran KWT Melati merupakan program lanjutan, setelah tahun 2020 lalu, KWT Melati mendapatkan pembangunan berupa gedung produksi dan pengadaan alat produksi.

“Jadi untuk program revitalisasi sentra IKM, yang bersumber dari DAK tahun 2021, sasarannya masih KWT Melati di Tribudi Sukur. Dan, anggaran tahun ini sekitar Rp600 juta, bentuk programnya pembangunan gudang, pagar keliling, lapangan parkir, tower air, WC dan rumah genset. Kalau tahun lalu, anggaran yang dikucurkan dengan sumber anggaran yang sama yakni Rp1,1 miliar, atau total yang akan diterima itu sebesar Rp1,7 Miliar,” ungkap Sugeng.

BACA JUGA:  Cegah Covid-19, 15 Tahanan Jalani Rapid Test Tahap dua

Dijelaskan, sejauh ini KWT melati fokus pada pengolahan sale pisang, dengan bantuan yang diberikan pemerintah mulai dari gedung produksi hingga fasilitas penunjang dan juga peralatan-peralatan modern ia berharap KWT Melati bisa terus meningkatkan kualitas dan kuantitas serta mampu berkembang dan mampu mensejahterakan anggotanya.

Potensi berkembangnya pabrik sale di Lambar cukup besar. Dimana, bahan baku, khususnya pisang cukup banyak. Bahkan selama ini sebagian besar dimanfaatkan oleh pabrik-pabrik di pulau Jawa.

BACA JUGA:  Pemkab Tanggamus Tetapkan HET Elpiji 3 Kg

“Dengan adanya bantuan ini, diharapkan KWT Melati bisa menjual produk dan dipasarkan dalam keadaan sudah menjadi selai. Bukan lagi menjual bahan baku, karena selama ini KWT Melati hanya memproduksi sale setengah jadi,” jelasnya.

Ditambahkan Sugeng, untuk program lanjutan 2021 ini masih dalam proses konsultan perencanaan, dan kemungkinan pelaksanaan pembangunan fisik akan dilakukan pada April 2021 mendatang.(Hendri)