Seorang Pelajar di Pringsewu Tewas Gantung Diri di Pohon Jambu

13

HEADLINELAMPUNG, PRINGSEWU-Warga Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu digegerkan seorang pelajar SMP yang tewas nekat mengakhiri hidup dengan cara diduga gantung diri di pohon jambu belakang rumahnya, Rabu (31/3/201).

Korban diketahui bernama Angger Pradana (17) pertama kali ditemukan oleh kakak kandung korban, Nurkhofifah (23) dalam posisi duduk tersandar dibatang jambu dibelakang rumah korban.

Kapolsek Pringsewu Kota, Kompol Atang Samsuri mewakili Kapolres Pringsewu, AKBP Hamid Andri Soemantri SIK mengatakan, korban pertama kali diketemukan oleh saksi Nurkhofifah sekira jam 05.15 WIB dalam posisi duduh tersandar dibawah pohon jambu dibelakang rumah korban.

“Pada saat ditemukan, saksi melihat di leher korban terdapat seutas tali tambang, dan bekas jeratan dan saat dipegang oleh saksi tubuh korban sudah dalam posisi dingin dan diperkirakan sudah meninggal dunia,” ujar Kapolsek Pringsewu Kota.

BACA JUGA:  Warga Kotaagung Keluhkan Kontainer Sampah di Lingkungan Sekolah

Lanjut dia, pada saat petugas datang ke TKP, posisi korban sudah dievakuasi oleh keluarga dan warga kedalam rumah korban. Dalam proses olah TKP di lokasi, petugas menemukan seutas tali tambang yang terikat didahan pohon jambu yang diduga dipergunakan oleh korban saat melakukan bunuh diri.

“Korban diduga melakukan bunuh diri, dengan cara gantung diri dengan menggunakan seutas tali tambang warna merah yang diikatkan pada dahan pohon jambu setinggi 4,3 meter. Namun, pada saat korban melaksanakan gantung diri lama kelamaan tali tambang yang memang dalam kondisi sudah terpakai lama tersebut tidak mampu menahan beban tubuh korban dan kemudian terputus dibagian tengahnya, sehingga korban terjatuh,” jelasnya.

BACA JUGA:  Penyalahgunaan Narkoba, Polres Tanggamus Tangkap Seorang Wanita di Wonosobo

Menurut Kapolsek, motif korban melakukan bunuh diri belum diketahui dan masih didalami, karena dari keterangan keluarga korban dan temannya, korban tidak pernah menceritakan ada masalah apapun.

“Menurut keluarganya, korban tipikal orang yang tertutup. Jadi, kalo ada masalah tidak pernah menceritakan kepada siapapun,” imbuh Kapolsek.

Dijelaskan Kapolsek, dari hasil pemeriksaan terhadap badan korban yang dilakukan tim inafis bersama tim medis dari UPT Puskesmas Rejosari Pringsewu, tidak menemukan adanya bekas kekerasan ditubuh korban.

“Keluarga korban menerima sebagai musibah, dan menolah untuk dilakukan proses outopsi, maka korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,” pungkasnya. (Yono)