Diskoperindag Tubaba Gelar Sosialisasi Tata Niaga Gas Elpigi Bersubsidi

4

HEADLINELAMPUNG,TUBABA-Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (DisKoperindag) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), melakukan Pembinaan dan pengawasan pendistribusian Gas elpiji 3 Kg Bersubsidi di Kabupaten Tubaba di Brugo Cottage, Kamis (08/04/2021).

Kapala Diskoperindag Tubaba, Hairul Amri mengatakan, kegiatan ini dilakukan guna memberikan sosialisasi dan membahas kendala-kendala yang sering terjadi dan mengakibatakan pendistribusian gas terlambat.

“Saat ini sebenarnya gas kita tidak langka akan tetapi kemajuan kabupaten kita ini yang sangat pesat, hadirnya ribuan kuliner yang kesumuanya memerlukan gas.Sedangkan kesiapan agen-agen masih memakai kuota yang lama,yaitu 7.280 tabung gas 3 Kg perhari,” jelasnya.

Lanjutnya,.saat ini pemerintah daerah lagi kordinasi guna penambahan kouta guna menambah kouta yang lama,agar di kabupaten tubaba tidak lagi mengalami kekurangan gas 3 Kg.

BACA JUGA:  Arak-arakan Adat Sai Batin Sambut Pj Bupati Pesisir Barat

“Jadi kita perlu meminta bantuan untuk mengusulkan kembali penambahan kouta gas 3 Kg,Kita segera proses karena pengusulan itu memerlukan tanda tangan Bupati,” ungkapnya.

Dia juga mengharapkan kepada seluruh Pegawai Negri Sipil (ASN) dan masyarakat yang mampu tidak memakai tabung gas 3 Kg yang bersubsidi, agar masyarakat tidak mampu tidak merasakan kekurangan tabung gas yang bersubsidi.

“Jadi sekali lagi saya himbau untuk seluruh anggota ASN tidak mengunakan tabung gas bersubsidi dan juga bagi masyarakat yang mampu,marilah kita budayakan memakai tabung gas non subsidi,” harapnya.

Ditempat yang sama salah satu agen gas Elpigi Nurkholik mengatakan,tidak menampik kabupaten tubaba mengalami kekurangan kuota tabung gas elpigi 3 Kg,dikarnakan pengunanya bertambah.

BACA JUGA:  Polsek Pringsewu Kota Semprot Disinfektan di Ponpes Roudhotul Muttaqin

“Ya memang benar pengunaan gas meningkat akibat pedagang kuliner dikabupaten kita ini yang meningkat,Di tambah lagi orang-orang yang ada hajatan mereka semua itu kan mengunakan tabung gas ini juga,” katanya.

Dan dia menambahkan harapannya kepada seluruh pangkalan agar dahulukan masyarakat tidak mampu dan baru bisa menjual ke warung atau kios,

“Saya tegaskan untuk seluruh pangakalan di bawah saya bila tidak mau ikut aturan akan saya berikan sanksi,langsung saya potong alokasi ke mereka 50 persen bila tidak mau berbenah kita langsung PHO,dan saya juga berharap kepada pertamina semoga menambah kuota yang diusulkan oleh pemerintah Tubaba,” pungkasnya.(Holidin/Elan)