Kepastian Keberangkatan Haji Tahun 2021, Ini Penjelasan Kanwil Kemenag Lampung

98
Ilustrasi

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG-Kepastiaan keberangkatan haji tahun 2021 masih menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi tentang keberangkat jamaah haji Indonesia.

Hal ini disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Lampung melalui Kepala Bidang Pengadaan Haji dan Umrah Ansori F Citra saat menggelar Webinar di Ruang Kerja masing-masing stakeholder, Minggu (18/4/2021).

Menurut, Ansori Webinar ini terselenggara atas kerjasama AKHI Lampung bersama Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, Calon Petugas Kesehatan Haji Indonesia (CPKHI) Lampung dan DPP Forum Perawat Kesehatan Haji Indonesia (FPKHI).

“Jadi berapa kuota dan berangkat atau tidaknya jamaah haji, Kementerian Agama masih menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi,” ujar Ansori.

Sementara, Pemerintah Provinsi Lampung, melalui Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik), meminta stakeholder terkait perketat protokol kesehatan dan lakukan sosialisasi pemberian vaksinasi kepada jamaah calon haji Lampung.

BACA JUGA:  Siswa SD Tanjung Baru Lamsel Kunjungi Disperpusarsip Lampung

“Meski belum adanya keputusan pasti mengenai keberangkatan haji tahun ini akibat pandemi Covid-19, namun persiapan harus tetap dilaksanakan, “kata Nunik

Menurut Nunik, hadirnya protokol kesehatan haji maupun umroh sangat dibutuhkan dan perlu disosialisasikan oleh seluruh stakeholder terkait.

Terutama para penyelenggara travel dan kelompok bimbingan haji dan umroh. Baik pada saat perjalanan, di asrama haji, saat di pesawat, pada saat melakukan ibadah haji dan kembali ke Tanah Air.

“Melalui webinar ini semoga dapat meningkatkan pengetahuan petugas dan jamaah haji tentang kebijakan berhaji di saat pandemi dan meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi permasalahan kesehatan jamaah haji Indonesia,” katanya.

Terpisah, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Eka Jusup Singka mengatakan penyelenggaraan haji di masa pandemi perlu melibatkan masyarakat, sehingga jamaah dapat berperan aktif dalam penerapan protokol kesehatan.

BACA JUGA:  Bupati Tuba Ikuti Arahan Presiden Jokowi Melalui Vicon

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan dalam setiap tahapan.

“Penerapan prokes dan pemberian vaksinasi Covid-19 merupakan upaya preventif terhadap Covid-19. Penerapan prokes tetap harus dilaksanakan dalam setiap tahapan prosesi ibadah haji, untuk memutus rantai penularan Covid-19,” ujar Eka.

Eka menyebutkan penerapan karantina dan screening jamaah haji juga menjadi upaya penanganan Covid-19 secara global di masa pandemi.

“Materi manasik juga perlu diperkuat terutama tentang pemahaman dan pelaksanaan ibadah di masa pandemi/kondisi khusus/adanya halangan tertentu,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPP FPKHI Turiman, Ketua AKHI Lampung Zam Zanariah, Direktur Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah 2018 Mohamad Yanuar Fajar dan diisi tausiah oleh Ustadzah Mamah Dedeh. (*/Ayu)