Gubernur Lampung Terbitkan SE Tentang Salat Idul Fitri 1442 H di Masjid dan Lapangan

3922

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG-Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi kembali menerbitkan surat edaran (SE) terkait pelaksanaan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H 2021.

Dalam SE Nomor 045.2/ 1807 /02/2021
yang diterbitkan pada tanggal 10 Mei 2021. Arinal memperbolehkan umat muslim diseluruh daerah Provinsi Lampung melaksanakan shalat id di Masjid atau di lapangan.

Dengan syarat dinyatakan aman dari Covid-19 yaitu Zona Hijau dan Zona Kuning berdasarkan penetapan Satgas Covid-19 di wilayah masing-masing Kabupaten/Kota.

Hal ini atas dasar menindaklanjuti SE Menteri Agama Republik Indonesia Nomor SE.07 Tahun 2021 tanggal 6 Mei 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 di saat Pandemi Covid-19 yang beberapa hari lalu tayang di media headline Lampung oleh Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Juanda Naim.

Adapun isi poin SE yang diterbitkan Gubernur Lampung yakni dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan Sholat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021, maka dengan ini disampaikan ha-hal sebagai berikut :

1. Malam Takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri dalam rangka menggaungkan asma Allah, pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid dan mushala dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Dilaksanakan terbatas maksimal 10% dari kapasitas masjid, mushala, dengan memperhatikan Protokol Keschatan Covid-19 secara ketat;
b. Kegiatan Takbir Keliling ditiadakan untuk mengantisipasi keramaian;
c. Kegiatan Takbir dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan mushala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan mushala.

BACA JUGA:  Disperindag Lampung Awasi SNI Garam dan Bagikan Masker di Pulau Legundi Pesawaran

2. Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 di daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (Zona Merah dan Zona Oranye) agar dianjurkan dilakukan di rumah masing- masing, sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya;

3. Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19 yaitu Zona Hijau dan Zona Kuning berdasarkan penetapan Satgas Covid-19 di wilayah masing-masing Kabupaten/Kota;

4. Penetapan Zona Resiko Covid-19 Kabupaten/Kota ditetapkan Oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional secara Mingguan di Website www.Covid19.go.td.

5. Dalam hal Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 dilaksanakan di masjid dan lapangan, wajib memperhatikan Protokol Kesehatan Covid-19 secara ketat dan mengindahkan ketentuan sebagai berikut: a. Shalat Idul Fitri dilakukan sesuai rukun Shalat dan Khutbah Idul Fitri diikuti oleh seluruh jemaah yang hadir;
b. Jemaah Shalat Idul Fitri yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antar shaf dan antar jemaah;
c. Panitia Shalat Idul Fitri dianjurkan menyiapkan alat pengecek suhu (thermogun), dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir;
d. Bagi para lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri Shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan;
e. Seluruh Jemaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan selama menyimak Khutbah Idul fitri di masjid dan lapangan;
f. Khutbah Idul Fitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit;
g. Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan Shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan agar dilengkapi pembatas transparan antar khatib dan jemaah;
h. Sesuai pelaksanaan Shalat Idul Fitri jemaah kembali kerumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik. Panitia Hari Besar Islam/Panitia Shalat Idul Fitri sebelum menggelar Shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan terbuka wajib berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, Satgas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar Protokol Kesehatan Covid-19 diterapkan dengan baik, aman dan terkendali, “tutur Arinal. (*/Ayu)

BACA JUGA:  Gegara Pesan WhatsApp Tak Senonoh, Warga Lampung Utara Dianiaya